Jawa Pos Radar Madiun – Banyak fans Juventus merasa era saat ini menjadi salah satu periode paling menyakitkan dalam sejarah klub.
Apalagi sejak terakhir kali meraih Scudetto pada musim 2019/20, Bianconeri terus gagal kembali ke puncak Serie A.
Namun jika melihat sejarah panjang Juventus, situasi sekarang ternyata belum menjadi masa tergelap.
Sebab pengoleksi 38 trofi Serie A ini pernah mengalami puasa Scudetto jauh lebih lama.
Baca Juga: Juventus dan AC Milan Masuk Pot 1 Liga Europa 2026/27, Bianconeri Punya Peluang Besar Juara
Juventus Pernah Puasa Gelar 14 Musim
Juventus terakhir kali menjadi juara Serie A sebelum masa puasa panjang pada musim 1934/35.
Setelah itu, Bianconeri harus menunggu sangat lama sebelum akhirnya kembali meraih Scudetto pada musim 1949/50.
Artinya, Juventus sempat melewati 14 musim tanpa gelar Liga Italia. Jika dihitung berdasarkan kalender, jaraknya mencapai sekitar 15 tahun.
Bagi klub sebesar Juventus, periode tersebut menjadi salah satu fase paling sulit dalam sejarah.
Era Grande Torino Jadi Penyebab Utama
Salah satu alasan utama Juventus kesulitan bangkit saat itu adalah dominasi luar biasa Grande Torino.
Klub rival sekota tampil sangat superior pada era 1940-an dan dianggap sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola Italia.
Torino memenangkan banyak gelar Serie A secara beruntun dan mendominasi kompetisi domestik.
Baca Juga: 6 Fakta Musim Mengecewakan Juventus 2025/26: Gagal Raup 70 Poin, Rekor Terburuk sejak 2010/11
Di saat Juventus kesulitan membangun ulang tim, Torino justru menjadi penguasa Italia.
Dominasi itu baru benar-benar berakhir setelah tragedi Superga tahun 1949 yang mengguncang sepak bola dunia.
Rentetan Terlama Juventus tanpa Scudetto
Jika dibandingkan dengan kondisi saat ini, puasa Juventus sebenarnya masih belum terlalu panjang secara historis.
Berikut perbandingannya:
1935 → 1950 = 14 musim tanpa Scudetto
1986 → 1995 = 9 musim tanpa Scudetto
2020 → 2026 = 6 musim tanpa Scudetto
Artinya, era sekarang memang terasa berat bagi fans Juventus, tetapi belum mendekati rekor puasa terlama mereka.
Terlebih Juventus sebelumnya sempat menikmati dominasi luar biasa dengan sembilan Scudetto beruntun dari 2011/12 hingga 2019/20.
Juventus Sedang Cari Jalan Bangkit
Saat ini Juventus memang berada dalam fase transisi besar. Musim 2025/26 menjadi salah satu musim paling mengecewakan setelah hanya finis di posisi keenam Serie A dan gagal lolos ke Liga Champions.
Baca Juga: Kenan Yildiz Cedera di Juventus, Turki Mulai Panik Jelang Piala Dunia 2026
Bianconeri bahkan harus kembali bermain di Europa League untuk pertama kalinya sejak 2011/12.
Namun banyak pihak percaya Juventus masih memiliki fondasi kuat untuk bangkit.
Nama-nama muda seperti Kenan Yildiz mulai menjadi simbol generasi baru Juventus.
Selain itu, keluarga Elkann dan Exor juga masih terus mencari cara untuk menjaga stabilitas proyek klub di tengah tekanan finansial dan persaingan Serie A yang semakin ketat.
Karena itu, meski situasi sekarang terasa berat, sejarah membuktikan Juventus pernah melewati masa yang jauh lebih sulit, dan tetap mampu kembali menjadi penguasa Italia.
Editor : Andi Chorniawan