Jawa Pos Radar Madiun - Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong, secara tegas menepis anggapan bahwa tim asuhannya akan bermain bertahan pada ajang Super League musim 2026-2027.
Juru taktik asal Korea Selatan tersebut memastikan bahwa filosofi sepak bola yang selama ini ia anut justru sangat mengutamakan permainan menyerang.
Sejak resmi ditunjuk menakhodai skuad Macan Kemayoran, banyak pihak yang memang mulai mempertanyakan gaya bermain racikan Shin Tae-yong.
Publik memaklumi keraguan tersebut mengingat pendekatan pragmatis yang kerap ia terapkan saat masih menangani Timnas Indonesia di kancah internasional.
Saat membesut skuad Garuda, ia sering kali mengandalkan pertahanan rapat dan skema serangan balik cepat saat menghadapi lawan yang secara kualitas jauh lebih superior.
Namun, Shin menegaskan bahwa kondisi persaingan dan taktik di level klub profesional sangatlah berbeda dengan dinamika pertandingan di tim nasional.
Baca Juga: Polygon Siskiu Termurah! Harga D5 Kini di Bawah Rp 10 Juta, Sudah Dapat Sepeda Gunung Fullsus
Oleh karena itu, pelatih kelas dunia ini bertekad kuat membangun Persija Jakarta menjadi tim yang mampu mendominasi penguasaan bola secara agresif.
"Saya akan jawab soal gaya main. Gaya saya ialah sepak bola menyerang, bukan bertahan," ungkap Shin Tae-yong meluruskan rumor yang beredar luas.
Ia menjelaskan bahwa gaya bertahan di timnas murni merupakan strategi penyesuaian taktik karena lawan yang dihadapi memiliki kualitas di atas kertas yang jauh lebih baik.
"Sebenarnya saat di timnas memang lawan-lawannya kuat dan lebih baik, jadi kami sering bertahan dan melakukan counter attack," sambungnya memberikan alasan logis.
Untuk mewujudkan skema permainan menyerang yang diidamkannya di klub ibu kota, Shin menyadari bahwa dirinya sangat membutuhkan komposisi skuad yang sesuai.
Oleh sebab itu, ia akan segera menggelar diskusi mendalam dengan Presiden Persija, Mohamad Prapanca, terkait pemenuhan kebutuhan pemain di bursa transfer.
Baca Juga: Jadi Pelatih Baru Persija, STY Bocorkan Kedatangan Mariano Peralta ke Tim Macan Kemayoran
Fokus utama dari diskusi perombakan tersebut adalah meramu komposisi pemain asing yang karakternya paling cocok dengan sistem sepak bola agresif ala Shin Tae-yong.
"Di liga tentu perlu diskusi lebih lanjut dengan Pak Prapanca untuk membawa pemain-pemain asing," ujarnya merencanakan langkah strategis ke depan.
Shin meyakini bahwa kualitas pemain rekrutan baru nantinya akan sangat menentukan kesuksesan transisi taktik Persija saat beraksi di atas lapangan.
"Setelah itu kami bisa memainkan sepak bola yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih agresif," tutup sang pelatih dengan penuh optimisme tinggi.
Pernyataan tegas ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa skuad kebanggaan Jakmania tersebut kemungkinan besar akan tampil dengan wajah baru pada musim depan.
Terlebih lagi, manajemen Persija diketahui sudah mulai bermanuver melepas sejumlah pilar asing setelah mereka hanya finis di posisi ketiga pada klasemen akhir Super League 2025-2026. (naz)
Editor : Mizan Ahsani