Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Aturan Baru Super League Musim Depan: Klub Bakal Dapat Insentif Jika Rajin Turunkan Pemain Muda

Latiful Habibi • Senin, 22 Juni 2026 | 12:07 WIB
Pemain Persija Rayhan Hannan mencetak gol bagi timnya saat menghadapi Persijap Jepara di BRI Super League 2026/2027. (IG @persija)
Pemain Persija Rayhan Hannan mencetak gol bagi timnya saat menghadapi Persijap Jepara di BRI Super League 2026/2027. (IG @persija)

Jawa Pos Radar Madiun - Penyelenggara kompetisi sepak bola nasional, I.League, membeberkan sejumlah regulasi baru untuk mengarungi kompetisi kasta tertinggi Super League musim depan.

Salah satu sorotan utama yang mendapatkan pembaruan adalah regulasi terkait kewajiban memainkan pemain muda di setiap pertandingan.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa aturan terkait jam terbang pemain muda tersebut sama sekali tidak dihapuskan secara total.

Sistem Insentif Pengganti Aturan 45 Menit

Ketentuan lama yang mewajibkan pemain U-23 tampil sebagai starter selama 45 menit pertama memang dipastikan tidak lagi diterapkan.

Meski demikian, pihak operator liga tetap mewajibkan setiap klub peserta untuk mendaftarkan minimal lima nama pemain muda di dalam skuad resmi.

Perombakan skema ini sengaja dilakukan agar para pemain muda tetap mendapatkan ruang berkembang meski harus bersaing dengan pilar asing dan senior.

Sebagai gantinya, I.League telah menyiapkan skema insentif finansial sebagai bentuk penghargaan bagi klub yang secara sukarela memberikan menit bermain.

"Setelah melewati minimal memainkan katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial," terang Asep.

Baca Juga: Hasil Race Moto3 Ceko 2026: Veda Ega Pratama P5, Hakim Danish Juara

Syarat Ketat Pelatih Lokal

Selain urusan pemain muda, I.League juga memberikan perhatian khusus terhadap struktur jajaran kepelatihan di setiap klub peserta.

Asep menegaskan bahwa setiap tim wajib melibatkan pelatih lokal guna menjaga muruah dan kualitas sumber daya manusia dalam negeri di tengah gempuran pelatih asing.

Posisi pelatih lokal tersebut harus berada langsung di jajaran staf teknis dan diwajibkan telah memenuhi standar minimal lisensi kepelatihan AFC A Diploma.

Kebijakan ini ditetapkan agar para pelatih lokal benar-benar dilibatkan dalam urusan taktik di atas lapangan hijau, bukan sekadar pelengkap di posisi non-teknis.

Kuota Asing dan Jadwal Kompetisi

Sementara itu, regulasi mengenai kuota pemain asing dipastikan tidak mengalami perubahan apa pun untuk musim kompetisi mendatang.

Klub tetap diizinkan mendaftarkan maksimal 11 pemain asing, dengan rincian sembilan masuk Daftar Susunan Pemain (DSP) dan tujuh pemain yang boleh merumput bersamaan.

Untuk format kompetisi, liga kasta tertinggi ini akan tetap diikuti oleh 18 klub peserta yang bertarung menggunakan sistem kompetisi penuh atau double round-robin.

Sebanyak 306 pertandingan bergengsi siap digulirkan secara maraton mulai dari tanggal 4 September 2026 hingga berakhir pada 5 Juni 2027 mendatang. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#pemain asing #aturan baru #pemain muda #Super League #insentif