Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah saga kontrak yang semakin menegangkan antara Vinicius Junior dan Real Madrid,
sebuah kemungkinan transfer yang sempat ramai dibicarakan kini resmi terhapus dari daftar.
Berdasarkan laporan MARCA, kepindahan Vinicius ke Chelsea kini "sepenuhnya di luar meja", dan alasan di baliknya sama menariknya dengan berita itu sendiri.
Masalahnya bukan soal uang, bukan soal strategi transfer. Ini soal satu nama: Xabi Alonso.
Konflik Vinicius dan Xabi Alonso: Bukan Rahasia Lagi
Ketegangan antara Vinicius Junior dan mantan manajer Real Madrid Xabi Alonso sudah menjadi pembicaraan publik selama berbulan-bulan.
Baca Juga: Amorim Incar Raid Man Utd, Haaland Dekati Keputusan Real Madrid: Gossip Transfer Musim Panas 2026
Simmering feud antara keduanya mencapai titik puncak pada Oktober lalu dalam kemenangan 2-1 Real Madrid atas Barcelona.
Alonso menarik Vinicius Jr keluar dari pertandingan di menit ke-72, membuat sang pemain kehilangan kendali,
dan memilih masuk ke terowongan sementara rekan-rekan setimnya masih bertarung di lapangan.
Vinicius Jr kemudian secara terbuka meminta maaf kepada klub, fans, dan rekan setimnya namun menghilangkan nama manajernya dari daftar tersebut.
Ketika Alonso akhirnya kehilangan pekerjaannya pada Januari,
Vinicius Jr menjadi satu-satunya pemain yang tidak mengirim ucapan perpisahan di media sosial. Jelas tidak ada rasa kehilangan di antara keduanya.
Kini Alonso pindah ke Chelsea sebagai manajer baru mereka. Dan dengan kehadiran Alonso di Stamford Bridge,
Baca Juga: €60 Juta untuk Nico Paz: Como Resmi Beli Wonderkid Real Madrid, Los Blancos Siapkan Buyback Mahal
Chelsea yang sebelumnya tertarik pada winger Brasil itu kini sama sekali tidak lagi menunjukkan minat.
Kontrak yang Belum Ketemu Titik Temuv
Di luar urusan Chelsea, persoalan yang jauh lebih besar masih menggantung di atas kepala Vinicius.
Pemain berusia 25 tahun itu kini tinggal selangkah dari menjadi free agent kontraknya di Santiago Bernabéu habis pada *30 Juni 2027*.
Kedua pihak sepakat menunda negosiasi resmi hingga setelah Piala Dunia 2026, karena klub tidak ingin mengalihkan fokus sang winger selama kampanye Brasil.
Namun penundaan ini berarti dalam enam bulan ke depan, Vinicius Jr secara hukum sudah diizinkan bernegosiasi pre-kontrak dengan klub lain.
Hambatan utama dari seluruh proses ini adalah soal gaji. Vinicius, yang saat ini berpenghasilan sekitar €20 juta per musim, dikabarkan menginginkan kenaikan gaji signifikan.
Rumor menyebutkan ia menargetkan paket senilai €30 juta per tahun angka yang dewan Madrid tampaknya enggan untuk dipenuhi.
Madrid Tenang, Tapi Jam Terus Berdetak
Menariknya, di tengah semua tekanan ini, suasana di kubu Real Madrid dilaporkan tetap "tenang".
Mereka yakin bahwa ikatan yang terbentuk sejak Vinicius bergabung ke klub saat masih remaja akan cukup kuat untuk menangkal ketertarikan dari pihak luar.
Presiden Florentino Pérez bahkan sudah berbicara secara publik. "Masih ada waktu,"
katanya saat ditanya soal perpanjangan kontrak sang superstar di bulan Mei. "Saya ingin dia tetap selamanya.
Dia telah memenangkan dua Liga Champions terakhir untuk kami, dan dia mengidentifikasi dirinya dengan baik sebagai bagian dari klub."
Vinicius sendiri juga berulang kali menyatakan keinginannya untuk bertahan.
Sang pemain bahkan dilaporkan sudah mengesampingkan kemungkinan transfer musim panas ini.
Masalahnya, pernyataan publik yang saling mendukung itu belum berhasil menghasilkan tanda tangan di atas kertas.
Siapa yang Antri Jika Madrid Gagal Mempertahankannya?
Dengan pintu Chelsea tertutup dan Saudi Arabia selalu mengintai di latar belakang, peta potensi tujuan Vinicius tetap lebar terbuka.
Sepanjang 2025-2026, Vinicius sudah dikaitkan dengan Manchester United, PSG, Liverpool, Manchester City,
dan bahkan Arsenal dengan angka transfer yang disebutkan berkisar antara €150 juta hingga €230 juta dari klub Arab Saudi.
Namun jika negosiasi kontrak terus berjalan lambat dan Vinicius akhirnya memasuki tahun terakhir kontraknya, ada skenario yang paling ditakuti Madrid,
ia bisa saja keluar sebagai free agent pada musim panas 2027 membawa salah satu pemain terbaik dunia tanpa mendatangkan satu euro pun bagi Los Blancos.
Piala Dunia Sebagai Jeda, Bukan Jawaban
Sementara Vinicius fokus memimpin serangan Brasil di Piala Dunia 2026, drama kontraknya hanya tertunda tidak selesai.
Setelah turnamen berakhir, Madrid dan tim agen sang pemain harus duduk di meja negosiasi dengan lebih serius dari sebelumnya.
Chelsea memang sudah tertutup. Tapi dalam dunia transfer yang bergerak secepat ini, pintu-pintu lain bisa terbuka kapan saja,
selama €30 juta per musim itu masih menjadi angka yang belum disepakati. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun