Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dapat Serangan Rasis oleh Senator Paraguay, Kylian Mbappe Beri Balasan Menohok

Latiful Habibi • Selasa, 7 Juli 2026 | 09:16 WIB
Kylian Mbappe tampil impresif bersama Prancis di Piala Dunia 2026. (Instagram)
Kylian Mbappe tampil impresif bersama Prancis di Piala Dunia 2026. (Instagram)

Jawa Pos Radar Madiun - Atmosfer panas gelaran turnamen sepak bola terakbar di planet bumi seketika merembet ke ranah ketegangan diplomatik dan sosial akibat adanya tindakan tidak terpuji yang dilayangkan oleh seorang oknum pejabat negara.

Bintang tim nasional Prancis Kylian Mbappe melontarkan kritik terbuka kepada senator Paraguay Celeste Amarilla yang melancarkan serangan bernada ujaran rasialisme selepas pertemuan kedua negara di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Mbappe melalui akun X resminya, @KMbappe, menegaskan bahwa Amarilla, yang sebelumnya juga mencuit melalui akun X dengan menyebut Mbappe sebagai "seorang Kamerun terjajah, yang mati-matian ingin diakui sebagai seorang Prancis", tidak mewakili suara Paraguay.

Kemarahan sang penyerang andalan Les Bleus tersebut langsung tumpah ke media sosial melalui sebuah pernyataan tertulis yang sangat tajam dan menuntut pertanggungjawaban moral.

"Ibu Celeste Amarilla, Anda adalah seorang perempuan hina yang tidak layak menduduki jabatan Anda," demikian tulis Mbappe sembari menyematkan foto Amarilla dalam unggahannya pada Selasa (7/7).

Baca Juga: Hakim Tidur saat Sidang Terekam Kamera, Jadi Bukti yang Dibawa Kubu Nadiem ke Komisi Yudisial

Soroti Citra Buruk dan Perjuangan Terhormat Skuad Paraguay

Menurut Mbappe, apa yang dilontarkan Amarilla sama sekali tidak mewakili rakyat Paraguay apalagi tim nasional sepak bola mereka yang telah bersimbah keringat dan berlaga penuh rasa hormat sepanjang Piala Dunia 2026.

Mbappe mengatakan tindakan ceroboh sarat muatan rasialisme yang dilakukan Amarilla membuat perhatian dunia teralihkan dari perjalanan luar biasa timnas Paraguay di Piala Dunia 2026.

Alih-alih mendapatkan apresiasi atas daya juang mereka di atas lapangan hijau, lanjut Mbappe, dunia kini terfokus pada seorang perempuan inkompten yang menghadirkan citra terburuk untuk Paraguay ke muka dunia.

Sikap tegas dari sang kapten ini menjadi sinyal kuat bahwa kubu tim nasional Prancis tidak akan tinggal diam membiarkan tindakan diskriminasi merusak esensi sportivitas olahraga.

"Saya tidak akan memberikan orang seperti dia kebebasan menyebarkan kebencian dan pandangan rasialisme ke seluruh dunia," tulis Mbappe dalam cuitan yang sama.

Baca Juga: Ironi Piala Dunia 2026: Trump Bebaskan Balogun, tapi Amerika Tetap Dibantai 4-1 oleh Belgia

Langkah Hukum Federasi FFF untuk Lindungi Integritas Negara

Pernyataan Amarilla muncul beberapa saat setelah Prancis menyisihkan Paraguay dari babak 16 besar Piala Dunia 2026, menyerang Mbappe dengan label "seorang Kamerun terjajah".

Federasi sepak bola Prancis, FFF, juga telah menanggapi kontroversi tersebut, menyebut pernyataan Amarilla sebagai tindakan "mengerikan dan tidak bisa diterima". FFF menyatakan akan melaporkan jalur hukum pernyataan tersebut.

FFF juga menegaskan dukungan mereka terhadap Mbappe yang menjadi korban serangan rasial tersebut, sembari menekankan komitmen untuk melawan rasialisme dan tindakan diskriminatif lain.

Otoritas tertinggi sepak bola Prancis tersebut menilai serangan verbal ini sudah melintasi batas karena telah merendahkan identitas dan kedaulatan bangsa Prancis secara terang-terangan.

"Pernyataan ini membuat malu mereka yang melontarkan dan menyebarkannya. Pemain tim nasional Prancis adalah wakil Prancis, ini negara kami yang dihina," tulis FFF.

Di tengah guncangan isu sensitif ini, fokus skuad asuhan Didier Deschamps dipastikan harus segera dialihkan menuju persiapan laga krusial di babak delapan besar.

Mbappe, yang mencetak gol semata wayang lewat eksekusi penalti ke gawang Paraguay, selanjutnya akan membela Prancis dalam laga perempat final melawan Maroko di Stadion Gillette, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat (10/7) WIB. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#paraguay #prancis #rasisme #kylian mbappe #Piala Dunia 2026