Jawa Pos Radar Madiun - Red Sparks telah menyatakan permintaan maaf terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum staf kepelatihan klub terhadap seorang pemain.
Namun, publik voli negara setempat menilai permintaan maaf itu kurang tulus
Merespons hal itu, penggemar berencana mengajukan petisi ke tiga kementerian terkait.
Baca Juga: Geger! Terseret Pusaran Kasus Pelecehan Seksual, Pelatih Red Sparks Ko Hee Jin Dinonaktifkan
Dilansir STN News, permintaan maaf itu dinilai setengah hati.
Pasalnya, tidak disebutkan tindakan spesifik apa yang perlu dimintai maaf.
Juga tidak ada pesan permintaan maaf kepada korban dan langkah-langkah pencegahan di masa mendatang.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual, Klub Red Sparks Unggah Permintaan Maaf ke Penggemar
Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual ini juga menyeret nama sang pelatih Ko Hee Jin.
Ko Hee Jin dinonaktifkan dari jabatan pelatih kepala hingga proses investigasi selesai.
Ko Hee Jiin yang hadir di tempat kejadian dituding tidak mengambil tindakan apa pun saat peristiwa itu terjadi.
Namun, sejumlah penggemar mendesak Ko Hee Jin dipecat secara permanen.
(isd)
Editor : Wawan Isdarwanto