Juara Japan Open 2026, Fajar/Fikri Diminta Langsung Alihkan Fokus ke Super 1000 China Open

Suci Oktavia • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:22 WIB
Aksi ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri. (PBSI)
Aksi ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri. (PBSI)

Jawa Pos Radar Madiun - Kesuksesan merengkuh trofi bergengsi Japan Open 2026 tak lantas membuat pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bisa bersantai ria.

Arsitek ganda putra Merah Putih, Antonius Budi Ariantho, mewanti-wanti anak asuhnya agar segera kembali membumi dan mengalihkan pandangan ke depan.

Pasalnya, rintangan yang dipastikan jauh lebih terjal sudah menanti mereka di ajang China Open yang memegang level Super 1000.

“Masih ada China Open setelah ini. Jadi, saya berharap mereka tetap fokus, tidak hilang fokusnya karena walaupun lawan tidak jauh berbeda tapi level turnamennya lebih tinggi, Super 1000. Semoga gelar ini membuat mereka semakin percaya diri,” kata Antonius dalam keterangan resmi PBSI di Jakarta, Senin (20/7).

Baca Juga: Casio MTP-B190RGL-9BV Tampil Klasik nan Elegan, Cocok untuk Gaya Formal hingga Sehari-hari

Status Juara Bertahan Jadi Beban Tersendiri

Waktu istirahat dan pemulihan fisik yang dimiliki duet andalan Indonesia ini memang terbilang sangat mepet.

Sehari usai memastikan diri sebagai kampiun di Tokyo pada Minggu (19/7), mereka harus segera bergegas menuju Changzhou untuk berlaga pada 21–26 Juli mendatang.

Kejuaraan BWF World Tour Super 1000 ini menawarkan persaingan sengit dengan total hadiah menggiurkan mencapai dua juta dolar AS atau sekitar Rp36 miliar.

Lebih dari sekadar mengejar hadiah, turnamen di Negeri Tirai Bambu ini memiliki ikatan emosional dan nilai pembuktian bagi Fajar dan Fikri.

Mereka akan turun gelanggang dengan menyandang status mentereng sebagai penguasa tahta sekaligus juara bertahan ajang tersebut.

Mengingat kembali pada edisi 2025 silam, pasangan ini sukses membungkam jagoan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di partai puncak.

Hebatnya lagi, trofi prestisius itu disabet ketika keduanya baru melakoni turnamen kedua mereka sejak dipasangkan.

Rekor bersejarah pun tercipta kala itu, di mana mereka tercatat sebagai ganda putra non-unggulan pertama yang sukses mengklaim mahkota China Open dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Baca Juga: ISHG Hari Ini Menguat, Nilai Tukar Rupiah Kembali Loyo 

Modal Berharga Tumbangkan Raja Dunia

Menatap kerasnya persaingan di Changzhou, Fajar/Fikri memiliki modal berharga berkat permainan heroik mereka di final Japan Open.

Keduanya sukses menjungkalkan pasangan unggulan pertama sekaligus pemuncak ranking dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.

Kemenangan mutlak diraih lewat permainan straight game dengan skor meyakinkan 21-19 dan 21-17, yang sekaligus memecah kebuntuan gelar mereka di musim 2026 ini.

Raihan emas ini seolah menjadi obat pelipur lara usai mereka gagal naik podium tertinggi di Singapore Open 2026 karena ditaklukkan duo India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Menanggapi performa trengginas Fajar/Fikri di Jepang, Coach Antonius tak segan memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Cukup puas dan senang sekali Fajar/Fikri bisa juara di Japan Open ini. Istilahnya tidak gampang apalagi lawan di final unggulan pertama dan pasangan nomor satu dunia,” ujar Antonius.

Sang juru taktik menilai anak didiknya sukses mengeksekusi strategi dengan sempurna tanpa banyak membuang poin secara cuma-cuma.

“Fajar/Fikri bermain dengan sangat bagus, minim melakukan kesalahan sendiri. Saya memang berpesan dari awal untuk mengadu di permainan depan dan tidka banyak melakukan unforced error, ini bisa mereka jalankan dengan baik. Fajar/Fikri bergantian menguasai permainan depan dan tidak membiarkan lawan mengambil alih kendali,” ujarnya menambahkan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
japan open 2026 fajar/fikri antonius budi ariantho Ganda Putra china open