Jawa Pos Radar Madiun - Nico Williams menjadi sorotan lewat momen penuh haru usai membantu Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026.
Sesaat setelah upacara penyerahan trofi, pesepak bola Athletic Bilbao ini melangkah menuju tribun penonton di MetLife Stadium, New Jersey, untuk menemui keluarganya.
Di sanalah ia mengalungkan medali juara dunia miliknya langsung ke leher sang ibu, Maria Arthuer, yang menerimanya dengan senyum bangga sembari merayakan gelar juara dunia kedua "La Roja" bersama putranya.
Kontribusi Penting di Final Melawan Argentina
Momen mengharukan ini terjadi usai Spanyol menundukkan Argentina 1-0 lewat babak perpanjangan waktu di partai final, Minggu (19/7/2026).
Williams sendiri tampil sebagai pemain pengganti sepanjang gelaran turnamen ini, namun kontribusinya di partai puncak sangat krusial.
Pada menit ke-105 masa perpanjangan waktu, ia melakukan sundulan assist dari umpan silang Pedro Porro yang kemudian dituntaskan Ferran Torres menjadi satu-satunya gol penentu kemenangan Spanyol.
Baca Juga: 15 Orang Ditangkap, Begini Kronologi Kerusuhan Suporter Argentina usai Kalah dari Spanyol
Kisah Perjuangan Sang Ibu yang Jadi Inspirasi
Gestur menyematkan medali kepada sang ibu ini bukan kali pertama dilakukan Williams.
Ia pernah melakukan hal serupa usai membantu Spanyol menjuarai Euro 2024, sekaligus menjelaskan alasan di balik tindakan tersebut.
Ia menyebut dirinya memang berlari sangat cepat di lapangan, namun tak secepat perjuangan sang ibu yang pernah melarikan diri dari maut dan menyeberangi Gurun Sahara demi berpindah dari Ghana ke Spanyol.
Ia menegaskan menjadi sosok seperti sekarang berkat perjuangan besar sang ibu, sehingga medali tersebut dinilai lebih pantas dimiliki olehnya.
Baca Juga: Bukan Cuma di Buenos Aires, Kericuhan Suporter Argentina Juga Pecah di Rio de Janeiro
Latar Belakang Keluarga yang Penuh Perjuangan
Maria Arthuer sendiri diketahui tengah mengandung kakak Nico, Iñaki Williams, saat memutuskan meninggalkan Ghana bersama sang suami demi mencari kehidupan lebih baik di Spanyol.
Kini, kedua putranya sama-sama menjadi pesepak bola profesional, Iñaki memilih membela Timnas Ghana sesuai warisan leluhur keluarga, sementara Nico memilih membela Spanyol, negara kelahirannya.
Simbol Perjuangan yang Menyentuh Hati Publik
Momen penyerahan medali ini pun langsung menjadi salah satu potret paling menyentuh dari perayaan juara dunia Spanyol, viral di berbagai platform media sosial dan turut diliput luas media internasional.
Kisah Nico Williams menjadi pengingat bahwa di balik kemenangan besar seorang atlet, sering kali ada kisah perjuangan keluarga yang tak kalah besar sebagai fondasi kesuksesan tersebut. (*)
*Dwiki Dermawan, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : El Tiempo