Jawa Pos Radar Madiun – Timnas voli putra Indonesia mulai memanaskan mesin menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Skuad Garuda bakal lebih dulu menguji kekuatan dalam Samdech Thipadei Cup 2026 di Phnom Penh, Kamboja.
Turnamen tersebut dijadwalkan bergulir mulai Rabu, 19 Agustus 2026.
Keikutsertaan Indonesia dikonfirmasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) melalui akun Instagram resminya, Minggu.
Ajang di Kamboja menjadi bagian dari rangkaian persiapan sebelum Indonesia menghadapi persaingan yang jauh lebih berat di Asian Games 2026.
Sebelumnya, PBVSI telah memanggil 18 pemain. Komposisinya memadukan sejumlah langganan tim nasional dengan pemain yang lebih muda.
Nama-nama seperti Farhan Halim, Fahri Septian Putratama, Dio Zulfikri, hingga Sigit Ardian kembali masuk dalam persiapan Garuda.
Baca Juga: 822 Drone Serang Rusia, Moskwa Hadapi Serangan Udara Terbesar Ukraina pada 2026
Farhan Halim dan Fahri Septian Perkuat Sektor Outside Hitter
Persaingan menarik terdapat di posisi outside hitter. Enam pemain disiapkan untuk mengisi sektor tersebut.
Mereka adalah Farhan Halim, Luvi Febrian Nugraha, Sigit Ardian, Fahri Septian Putratama, Boy Arnez Arabi, dan Agil Anggara.
Di posisi setter, Indonesia memiliki tiga pilihan, yakni Alfin Daniel Pratama, Dio Zulfikri, dan Jasen Natanael Kilanta.
Sementara lima middle blocker yang dipanggil adalah Hendra Kurniawan, Muhammad Malizi, Ahmad Gumilar, Putra Bagus Hidayatulloh, dan Tedi Oka Syahputra.
Dua pemain dipersiapkan sebagai libero, yakni Abhinaya Fahreza Rakha dan Raihan Rizky Attorif.
Sedangkan sektor opposite hitter ditempati Rama Fazza Fauzan dan Fauzan Nibras.
Komposisi tersebut memberikan Indonesia sejumlah alternatif untuk mengembangkan permainan sebelum menentukan kekuatan terbaik menuju Asian Games.
Baca Juga: Jadwal Kejuaraan Dunia Badminton 2026 Hari Ini: Putri KW dan Alwi Farhan Dapat Lawan Ringan
Sigit Ardian Jadi Pemain Paling Senior
Salah satu sosok berpengalaman dalam skuad kali ini adalah Sigit Ardian.
Berdasarkan tahun debutnya bersama tim nasional, Sigit menjadi pemain paling senior. Dia sudah memperkuat Merah Putih sejak 2010.
Pengalaman panjang Sigit dapat menjadi aset penting di tengah keberadaan sejumlah pemain dari generasi lebih muda.
Setelah Sigit, terdapat Dio Zulfikri yang menjalani debut timnas pada 2019. Muhammad Malizi menyusul dengan debut bersama tim nasional pada 2021.
Perpaduan pengalaman dan regenerasi tersebut akan diuji di Samdech Thipadei Cup.
Turnamen di Phnom Penh bukan hanya memburu hasil, tetapi juga menjadi kesempatan mengukur kesiapan permainan sebelum menghadapi persaingan level Asia.
Indonesia Satu Grup dengan Iran di Asian Games 2026
Ujian sebenarnya menanti Indonesia di Aichi-Nagoya.
Cabang voli putra Asian Games 2026 bakal diikuti 16 negara yang dibagi dalam empat pul. Indonesia masuk Pul B bersama Iran, Thailand, dan Kirgizstan.
Komposisi tersebut membuat fase awal tidak akan mudah. Iran selama ini menjadi salah satu kekuatan voli putra Asia, sementara Thailand juga menjadi lawan yang familier bagi Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Pul A ditempati tuan rumah Jepang bersama Pakistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan.
Pul C dihuni Qatar, India, Vietnam, dan Hong Kong. Sedangkan Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan, dan Filipina berada di Pul D.
Sebelum menghadapi pertarungan tersebut, Samdech Thipadei Cup menjadi kesempatan penting bagi Garuda untuk menguji kombinasi pemain, membangun chemistry, serta mencari komposisi paling efektif.
Dengan waktu menuju Asian Games semakin dekat, 18 pemain kini memiliki kesempatan membuktikan diri bahwa mereka layak menjadi bagian dari kekuatan Indonesia di Aichi-Nagoya. (naz)