SEMANGAT beberapa lelaki bertato, lengkap dengan rambut mohawk, patches, dan atribut ala ‘anti kemapanan’ sore itu tampak menggebu. Puluhan punk rockers dan hardcore kids menggeruduk sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, untuk merayakan sebuah pesta kolektif bertajuk In Punk We Hardcore (IPWH), Sabtu (13/5) lalu.
Gelaran IPWH yang sudah masuk seri ketujuh ini turut mengundang beberapa unit punk rock-hardcore punk di Kota Pendekar. Termasuk juga menggandeng band-band dari Bojonegoro, Malang, bahkan Jogjakarta.
Terdengar suara drum mulai dihentak, diiringi panasnya amplifier yang semakin meraung-raung. Tanda bahwa perayaan kebersamaan akan segera dimulai. Sesekali anak-anak muda ini tampak mengangkat gelas sembari menenggak minuman yang sudah mereka bawa sebelumnya, mengangguk menikmati musik, lalu berbincang satu sama lain.
Dan saat hal itu mulai membosankan, beberapa dari mereka segera bergegas menghampiri band-band penampil, lalu kemudian menyiapkan tenaga lebih untuk menendang bokong teman mereka satu per satu dan melakukan mosh pit.
Pemandangan seperti itu rasanya cukup mafhum dilihat di setiap acara-acara bawah tanah, khususon seperti IPWH yang sejatinya sudah sejak lebih dari 10 tahun lalu diinisiasi dan digelar berturut-turut.
Konsistensi berdikari membuat hajat sendiri dengan semangat do it yourself nampaknya semakin matang dewasa ini. Pun dengan beberapa pendukung acara, yang kini mulai diisi oleh segala rupa produk dari teman-teman sendiri.
Oh iya, satu lagi. Narasi lawas bin basi tentang “seberapa punk kamu?” juga sudah tidak pernah terdengar. Seperti sudah tidak penting lagi menjelaskan bahwa “punk adalah…bla bla bla'' dan tetek bengeknya.
Yang terasa di hari itu hanyalah selebrasi dan reuni atas kawan-kawan lama yang akhirnya bertemu, dan merayakan segala kesenangan dalam semangat ‘gorong-gorong’ yang sama. Jujur, apa adanya, tanpa tedeng aling-aling, dan yang terpenting; panjang umur perlawanan! Oh maaf, maksud saya; pertemanan! Viva-la hardcore punk! (*/naz)
*) Penulis adalah reporter di Jawa Pos Radar Madiun Editor : Hengky Ristanto