Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ndari Membuat Keset Bukan Sekadar Alat Pembersih Kaki

Administrator • Sabtu, 29 Juni 2019 | 16:17 WIB
WARNA-WARNI: Ndari menunjukan keset karakter yang dibuatnya dari kain perca.
WARNA-WARNI: Ndari menunjukan keset karakter yang dibuatnya dari kain perca.

Memanfaatkan limbah konveksi jadi bernilai ekonomi. Ternyata membuat perempuan ini meraup untung dari bisnis sampingannya. Bahkan kreativitasnyanya turut membuka lapangan kerja kepada tetangganya.


------------


SUGENG DWI, Pacitan


KAIN sisa bahan pakaian itu dipilah Catur Partiningsih sesuai warna. Dengan gunting besar, dipotong selebar tak lebih dari satu sentimeter. Panjangnya tak sampai sejengkal. Potongan kain perca lantas disusun diatas selembar karung goni berukuran 20x50 centimeter. Saling silang, sesekali potongan kain diganti sesuai pola yang digambar dalam selembar kertas. ‘’Gak perlu ditali. Hanya disusun saling rekat sampai potongan karung goni penuh,’’ ujar Ndari, sapaan perempuan ini.


Bagi Ndari keset tak hanya sebagai alat pembersih kaki. Kain perca dari penjahit langganannya disulapnya jadi keset beragam karakter lucu. Mulai Minion, Keropi, Doraemon hingga tokoh kartun Nemo. Bukan dicat atau dicetak, seluruh prosesnya manual pencampuran warna kain sisa. ‘’Kain disusun dulu di atas pola baru dijahit sampai membentuk karakter,’’ terangnya.


Warga Lingkungan Kwarasan, Baleharjo, Pacitan, ini tak mengira keisengannya membuat keset menghasilkan pundi-pundi rupiah. Melirik banyaknya kain perca bekas bisnis sapu tanganya dulu, dia mulai aktif mencari tutorial memanfatkan limbah tersebut di Youtube. Pilihannya, jatuh pada sulam kain di karung goni. Kedua bahan mudah didapat, prosesnya simpel. Itu pertimbangannya memulai bisnis keset sulam 2014 silam. ‘’Saya tawarkan ke warga. Tanggapannya baik. Akhirnya keterusan sampai sekarang,’’ jelas ibu dua anak ini.


Sejatinya, beragam produk serupa juga bermunculan. Tak ingin kalah saing, dia mulai berinovasi membuat model lain. Lagi-lagi, Youtube jadi rujukan. Keset karakter lucu dan menarik pun dipilih. Sesuai perkiraan, animo konsumen lumayan tinggi. ‘’Awalnya susah membuatnyakarena gak ada guru. Namun setelah ditelateni bisa,’’ ungkapnya.


Karyanya laris manis diburu pembeli dari berbagai daerah. Dibanderol Rp 25 ribu per lembar, keset buatan Ndari juga laris diburu pelancong saat berwisata ke Pacitan. Ndari juga sukses menyajikan pekerjaan sambilan tetangganya. Saat ini perempuan 42 itu memiliki 10 karyawan. ‘’Biasanya ibu-ibu senang bantu bikin keset tapi dibuat sambilan di rumah,’’ pungkasnya. *** (sat)

Editor : Administrator
#jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun #berita pacitan