Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Identitas Belum Terungkap, Jenazah Mr X Dimakamkan

Administrator • Rabu, 8 Januari 2020 | 21:21 WIB
EVAKUASI: Petugas BPBD Pacitan dan relawan mengevakuasi jasad Mr X di Pantai Ngiyunan, Widoro, Donorojo
EVAKUASI: Petugas BPBD Pacitan dan relawan mengevakuasi jasad Mr X di Pantai Ngiyunan, Widoro, Donorojo

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Identitas jasad lak-laki yang ditemukan di Pantai Ngiyunan, Widoro, Donorojo, Senin lalu (6/1) belum terungkap. Polres dan Dinas Sosial Pacitan memutuskan memakamkan jenazah Mr X itu di tempat pemakaman umum Kucur, Sidoharjo, Pacitan, pukul 13.00 Selasa (7/1). ‘’Karena RSUD dr Darsono, Pacitan, ini tidak memiliki tempat penyimpanan jenazah khusus,’’ kata Kasatreskrim Polres Pacitan Imam Buchori.


Seharusnya, lanjut Imam, setelah ditemukan jenazah disimpan dan diawetkan maksimal tujuh hari. Sembari mengumumkan penemuan. Harapannya, pihak yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa  mengenali ciri-ciri fisik jasad. Namun, lantaran tak ada lemari pendingin jenazah, pihak rumah sakit hanya memberi waktu 1x24 jam menyimpan jasad. ‘’Pertimbangan lainnya juga karena lokasi kamar jenazah dekat dengan tempat pelayanan umum,’’ imbuhnya.


Dia menambahkan, hasil pemeriksaan antemortem, tak didapati tanda serta ciri khusus pada jasad Mr X. Terlebih, kondisi wajah dan jemari rusak. Sehingga, tim inafis kesulitan mengidentifikasi. Sedangkan ciri fisik diperkirakan berusia 40-an tahun, tinggi badan sekitar 168 sentimeter. Saat ditemukan nyangkut di karang, jasad mengenakan celana dalam hitam dan celana renang biru. ‘’Untuk berat badan sulit memperkirakan karena sudah membengkak,’’ ujarnya.


Dia menduga Mr X hanyut di laut antara lima hingga tujuh hari sebelum ditemukan. Pihaknya juga belum bisa memastikan wisatawan atau nelayan. Hasil visum pihak rumah sakit tak didapati tanda-tanda kekerasan dan kriminal di tubuh korban. ‘’Kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian daerah tetangga. Tapi, belum ada informasi lebih lanjut,’’ ungkapnya sembari menyebut bakal membongkar makam jika ada pihak yang kehilangan anggota keluarganya.


Direktur RSUD dr Darsono, Pacitan, Iman Darmawan mengatakan bahwa pihaknya memang belum memiliki penyimpan jenazah khusus. Selama ini jasad maksimal disimpan sehari untuk keperluan pemeriksaan. Selanjutnya langsung dimakamkan. Untuk mengurangi bau tidak sedap, jenazah dibungkus plastik khusus. ‘’Kami belum ada kulkas. Lainnya sudah lengkap. Kurang itu saja,’’ katanya.


Rencananya, tahun ini bakal mengajukan pengadaan peti pendingin jenazah. Pertimbangannya, kasus penemuan jasad yang beberapa kali terjadi di Pacitan. Mahalnya alat tersebut yang mencapai Rp 800 juta per unit membuat pengadaan sempat dipertimbangkan. ‘’Semoga tahun ini bisa beli,’’ harapnya. (gen/c1/sat)

Editor : Administrator
#jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun #berita pacitan