PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Momen pergantian tahun baru menjadi pertaruhan besar bagi Pacitan. Inilah saat yang tepat untuk menebus paceklik kunjungan wisatawan setelah dua tahun belakangan terdampak pandemi.
Pergantian tahun baru jadi momen sakral bagi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Jadi kabupaten jujukan wisata, penanganan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 daerah dipertaruhkan. Di tengah harapan lonjakan wisatawan, harapan tak adanya kasus baru pun diwanti-wanti kepala daerah itu.
Bupati memastikan kebijakan menyongsong tahun baru tetap prorakyat. Meski aturan pembatasan tetap diterapkan guna menghindarkan sebaran korona. Namun, dia tak ingin mematikan laju perekonomian. ‘’Kami masih rumuskan bersama TNI, Polri, dan petugas berwenang. Seperti apa nanti konsepnya, harapan pedagang bisa berjualan tetap diprioritaskan,’’ jelasnya, Senin (27/12).
Beberapa penyekatan rencananya tetap diberlakukan. Salah satunya membatasi kunjungan di pusat kota. ‘’Alun-alun kami batasi, tapi tidak ditutup total,’’ tegasnya.
Bupati tak menampik para pedagang, terutama di alun-alun Pacitan, cukup terdampak. Bahkan, beberapa kali penyekatan memaksa mereka tak berdagang. Karenanya, harapan pedagang dapat mengais nafkah saat malam pergantian tahun patut diperhatikan. ‘’Tetap kami upayakan tidak menimbulkan kerumunan. Jadi, nanti tidak ada pesta penyambutan tahun baru di alun-alun,’’ terangnya.
Terkait prokes di tempat wisata, tak ada strategi khusus. Cukup meningkatkan pengawasan dan menjalankan aplikasi PeduliLindungi. ‘’Pengaturan destinasi pelancongan sesuai arahan inmendagri,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto