PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan infrastruktur tetap diprioritaskan di akhir tahun anggaran. Tak hanya menyasar pusat kota dan kecamatan, pemerataan infrastruktur dilakukan hingga ke pelosok daerah.
Kepala DPUPR Pacitan Suparlan mengatakan, perancangan infrastruktur telah tertata dalam rencana pembangunaan jangka menengah daerah (RPJMD). Mengawal visi misi bupati, duit miliaran dialokasikan demi meratakan pembangunan hingga pelosok. Tak hanya dalam postur APBD induk, juga di APBD perubahan (APBD-P) kali ini. ‘’Dari 17 paket pekerjaan yang kami lelang kali ini, mayoritas perbaikan jalan di perbatasan,’’ ujarnya, Kamis (22/9).
Rehabilitasi jalan Tegalombo, Kemuning, hingga Bandar dibuka dengan nilai kontrak Rp 494 juta. Proyek tersebut ditargetkan mampu memperbaiki akses puluhan kilometer di kawasan perbatasan. Akses masyarakat keluar-masuk Ponorogo diharapkan semakin lancar. Itu berdampak baik bagi kelancaran ekonomi kerakyatan.
Warga Tegalombo dan Bandar tak kesulitan mengakses jalan saat hendak menjual hasi bumi ke luar daerah. ‘’Hal sama juga berlaku bagi perbaikan jalan di wilayah perbatasan lainnya. Harapan kami memang bisa mendongkrak ekonomi masyarakat. Kalau jalannya mulus, kan kerjanya lebih enak,’’ paparnya.
Suparlan mengamini, kendala anggaran sempat menghambat percepatan pengembangan kawasan perbatasan. Cupetnya duit daerah membuat OPD-nya mau tak mau menetapkan skala prioritas saban tahunnya. Menelisik tingkat kerusakan hingga potensi wilayah. Agar penyelarasan pembangunan tak melenceng dari yang ditargetkan. ‘’Kami tidak ingin melenceng dari visi misi bupati. Tahun depan masih kami fokuskan pengembangan kawasan perbatasan ini,’’ tegasnya. (gen/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto