Tulus Pujono, warga Cokrokembang, mengatakan, ada berbagai jenis ikan yang mati tanpa sebab di sepanjang aliran Sungai Kuwangen. Fenomena ini muncul bersamaan dengan berubahnya warna air sumur dan sungai di wilayah setempat.
‘’Kami menduga akibat limbah tambang, apalagi sepekan terakhir intensitas hujan cukup tinggi,’’ terangnya. ‘’Akibatnya, lumpur dari lokasi tambang mengalir ke lingkungan kami,’’ imbuh Tulus.
Menurut Tulus, warga telah beberapa kali memprotes PT GLI. Namun pihak perusahaan kerap berkelit. Pasalnya, warga tak dapat menyodorkan bukti sahih yang menyertai tuduhan bahwa tambang mencemari lingkungan.
‘’Perusahaan pertambangan selalu menyatakan limbah tambang secara teknis sudah ditangani dengan baik. Namun kenyataannya seperti ini (ikan mati, Red),’’ pungkasnya. (gen/naz) Editor : Hengky Ristanto