Aji mengaku saluran Jalan Ahmad Yani memang penuh dengan walet. Sedimentasi di sepanjang saluran itu cukup tebal. Kondisi tersebut yang kemudian dianggap menjadi biang banjir di jalanan protokol saat hujan deras mengguyur.
‘’Sepanjang Jalan Ahmad Yani itu parah sedimentasinya. Bahkan, di (bagian) hulu sungai ketebalan sedimentasi tanah mencapai 1–2 meter,’’ ungkap mantan Ketua DPRD Pacitan itu.
Saat ini, penanganan darurat dilakukan dengan melakukan pengerukan saluran. Namun, Aji mengaku itu belum bisa menjadi solusi konkret untuk mengatasi banjir di wilayah kota. ‘’Ini peran kita semua untuk menjaga alam. Meski banjir kota itu surut 2–3 jam, tapi tetap butuh diperhatikan,’’ ujar Aji.
Sebagai upaya jangka panjang penanganan banjir di Pacitan Kota, Aji mengaku telah mengusulkan pembangunan bozem ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Adanya bozem itu diharapkan mampu menampung sementara air kiriman dari Sungai Kunir dan Tani.
‘’Dengan tampungan itu air dari hulu bisa tertahan (sementara) tidak langsung bersamaan turun ke kota seperti yang sudah-sudah,’’ terangnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto