Batu sebesar truk tersebut menggelinding dari atas tebing rumahnya di Dusun Krajan Kulon, Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari melintasi Jalan Raya Pacitan-Ponorogo sebelum berhenti menghantam tempat tinggal Susini dan Ahmad Rouf. Selain rumah, mobil dan dua sepeda motor milik keduanya juga rusak dihantam batu berdiameter 6 meter tersebut.
Musibah itu mengakibatkan Agus harus dirawat di RSUD dr Darsono. Dia mengalami fraktur pada bagian tangan dan kaki lantaran tertimpa material bangunan rumah. Gunturan batu besar dari tebing setinggi 30 meter tersebut memang datang tak terduga.
Kejadiannya berlangsung cepat saat hujan deras mengguyur sekitar pukul 19.30. ‘’Indikasinya mungkin curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem,’’ kata Kepala Desa (Kades) Gegeran Marischa Hendriyana, Senin (14/11).
Dia menambahkan proses evakuasi material longsor langsung dilakukan pascakejadian. Kemudian keluarga Susini, Agus Supriyanto dan Ahmad Rouf diminta untuk mengungsi ke rumah saudar mereka sementara waktu. Begitu juga dengan dua kepala keluarga (KK) lainnya, Sudarno serta Agus S. ‘’Khawatir kalau terjadi longsor susulan,’’ ujar Marischa.
Marischa mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah dadakan itu. Saat ini, pihaknya fokus untuk menangani material batu besar itu. Sesuai rencana batu tersebut akan dipecah oleh warga secara gotong royong.
Di samping itu, pihaknya juga akan kembali melakukan pemetaan terkait potensi bencana longsor di wilayahnya. ‘’Kami akan petakan lagi zona rawan tidak hanya banjir tapi juga longsor, termasuk yang di sini (Krajan Kulon),’’ ungkapnya.
Sementara itu, di lokasi kejadian, polisi memasang traffic cone sebagai penanda bagi pengendara yang melintas. Pasalnya, kondisi aspal Jalan Raya Pacitan-Ponorogo juga retak dan ambles tertimpa batu besar tersebut.
‘’Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 300 juta akibat kejadian itu,’’ sebut Kapolsek Arjosari Iptu Amrih Widodo. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto