Kabid Pembinaan SD Wahyono mengatakan, ratusan sekolah tersebut diusulkan direhab pada tahun ini. Ada anggaran sekitar Rp 200 miliar yang telah disiapkan.
Hanya masing-masing sekolah alokasinya berbeda disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan. ‘’Yang rusak berat sudah pasti direnovasi,’’ katanya, Selasa (6/12).
Kendati anggarannya sudah tersedia, namun pihaknya belum bisa memutuskan berapa besaran alokasi rehab untuk masing-masing sekolah. Wahyono mengaku pihaknya perlu melakukan asesmen ke lapangan untuk mengukur tingkat kerusakan bangunan sekolah dengan kebutuhan anggaran.
‘’Ada beberapa sekolah yang mengajukan perbaikan 2–3 kali. Tapi, belum terpenuhi sampai saat ini. Semoga tahun depan dapat bantuan rehab,’’ ujarnya.
Menurutnya, ada beberapa sekolah di Pacitan yang belum tersentuh perbaikan hingga 10 tahun. Padahal, idealnya rehab dilakukan tiap tahun. ‘’Kalau perbaikan kecil, seperti plafon, cat ulang, maupun masalah minor bisa dilakukan sekolah sendiri menggunakan dana BOS,’’ terang Wahyono. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto