Kadindik Pacitan Budiyanto tak menampik kebutuhan guru di daerah sulit ideal. Sebab, antara jumlah guru pensiun dengan yang baru jomplang.
‘’Beberapa sekolah sampai harus merekrut guru tidak tetap (GTT) untuk menutup kekurangan tenaga pengajar. Soalnya, jumlah rekrutmen guru baru tak mampu menutupi angka pensiun,’’ terangnya, Kamis (22/12).
Selain guru, kata Budi, masalah lain yang dihadapinya adalah krisis kepala sekolah. Saat ini, tercatat ada 151 SD dan SMP dipimpin tanpa kepala sekolah definitif. Kondisi tersebut diperparah dengan mininya kaderisasi guru menjadi calon kepala sekolah.
‘’Memang ada beberapa sekolah yang belum terisi untuk jabatan kepala sekolah. Nah, itu akan segera ambilkan dari guru penggerak nanti,’’ kata mantan Inspektur Inspektorat tersebut.
Di sisi lain, pihaknya berharap pemerintah pusat konsisten dalam rekrutmen tenaga pendidik setiap tahunnya. Sehingga, masalah kekurangan guru tidak semakin berlarut-larut.
‘’Tentu saja kami lihat juga kebijakan pemerintah daerah. Karena rekrutmen nanti juga berdampak pada keuangan daerah. Apalagi beban anggaran pegawai di Pacitan cukup tinggi,’’ pungkasnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto