TPS itu akan dibangun di Desa Gendaran, Kecamatan Donorojo dan Desa Tremas, Kecamatan Arjosari.
Pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu tersebut dikerjakan tahun ini. Saat ini dokumen lelang proyek itu tengah disusun oleh DPUPR. Pemkab menyiapkan anggaran Rp 600 juta. TPS itu dilengkapi rumah kompos yang tidak hanya menghasilkan pupuk.
Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum DPUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho memastikan rencana pembangunan TPS sudah matang. Sebab, model dan ukurannya dirancang sejak lama.
Menurut Tonny, TPS sistem 3R tidak jauh berbeda dengan yang sudah dibangun pemkab di Desa Sukorejo, Kecamatan Pacitan. Kapasitasnya sekitar 10 ton. Selain pemilahan, ada proses pemanfaatan sampah sekitar 70 persen.
‘’Kalau dilihat dari manfaatnya yang besar, anggaran sekitar Rp 600 juta itu termasuk kecil,’’ katanya, Minggu (8/1).
Pembangunan TPS tersebut tidak hanya bertujuan mempermudah pengelolaan sampah di Pacitan. Itu juga mengurangi penumpukan limbah di tempat pembuangan akhir (TPA) Dadapan, Pringkuku. Dengan adanya TPS anyar, jumlah sampah yang masuk ke TPA lebih terkontrol.
‘’Sehingga bisa memperpanjang masa penggunaan TPA Dadapan. Karena kalau tanpa diolah, berapapun ukurannya bisa nggak cukup jika semua sampah langsung dibuang ke sana (TPA),’’ terang Tonny.
Pembangunan TPS dengan sistem 3R memang tak lepas dari keberadaan dua wilayah itu sebagai penghasil sampah. Jumlah limbah di Arjosari dan Donorojo sangat tinggi.
Tonny mengatakan, pembangunan TPS 3R itu sudah dirapatkan dengan dinas lingkungan hidup (DLH) sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola setelah pekerjaan fisik selesai.
Masyarakat diminta tidak perlu khawatir akan dampak dari TPS 3R. Sebab, TPS tersebut tidak seperti TPA di Dadapan. TPS itu tidak akan mengganggu masyarakat sekitar. ‘’TPS 3R itu ramah lingkungan,’’ ujarnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto