‘’Untuk promosi ini ada 115 orang untuk jenjang SD dan 10 orang jenjang SMP. Mereka telah lolos seleksi yang kami lakukan tahun lalu,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Budiyanto.
Kendati ratusan jabatan kepala sekolah telah diisi, tapi Budiyanto menyatakan masih ada beberapa SD dan SMP yang mengalami kekosongan.
Seperti 14 SD saat ini masih dikepalai oleh seorang pelaksana tugas (plt). Kondisi itu kemudian diperparah dengan minimnya jumlah guru yang mendaftar sebagai kepala sekolah dan pensiun.
‘’Kami terus lakukan kaderisasi. Kemudian sebagian akan kami ambilkan dari guru penggerak untuk pengisian kepala sekolah ini,’’ terang mantan Inspektur Inspektorat itu.
Budiyanto mengungkapkan keberadaan kepala sekolah sangat vital dalam penyelenggaraan pendidikan. Di samping berperan sebagai seorang manajer, mereka dituntut aktif dalam mengembangkan sekolahnya masing-masing. ‘’Kalau plt itu tidak efektif karena harus menjabat di dua lembaga,’’ ujarnya.
Selain melakukan pengisian ratusan jabatan kepala sekolah yang kosong, sebanyak 53 guru ikut dimutasi kemarin. Mutasi tersebut dilakukan karena mereka telah mengajar di tempatnya saat ini lebih dari dua tahun.
‘’Termasuk kebutuhan guru juga kami petakan. Kami berharap rasionya bisa satu guru menaungi 20 siswa,’’ jelas Budiyanto. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto