Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Puluhan SD di Pacitan Kekurangan Murid

Hengky Ristanto • Minggu, 15 Januari 2023 | 01:09 WIB
PENDIDIKAN: SDN 3 Gunungsari menjadi salah satu lembaga di Pacitan yang memiliki siswa kurang dari 30 murid. (SUGENG DWI N/RADAR PACITAN)
PENDIDIKAN: SDN 3 Gunungsari menjadi salah satu lembaga di Pacitan yang memiliki siswa kurang dari 30 murid. (SUGENG DWI N/RADAR PACITAN)
Belakangan makin banyak sekolah dasar (SD) di Pacitan kekurangan murid. Bahkan, tidak sedikit sekolah dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu, sama sekali tidak mendapatkan siswa alias nol pendaftar.
-------------------------------------------
PULUHAN SD di Pacitan ibarat hidup segan mati tak mau. Terutama sekolah yang berada di wilayah pelosok. Selain fasilitasnya yang pas-pasan dan jumlah gurunya terbatas, lembaga itu juga kekurangan murid.

Di tengah situasi krisis ini pemkab tetap mempertahankan sekolah-sekolah tersebut meski jumlah siswanya sangat minim.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, dari 418 SD negeri dan swasta terdapat 27 sekolah yang memiliki murid kurang dari 30 anak. Padahal, untuk mencukupi satu rombongan belajar (rombel), dibutuhkan 30 siswa.

Kasus itu tersebar di sekolah-sekolah yang berada di wilayah Arjosari, Tulakan, Nawangan, Bandar, Pringkuku, Tegalombo, dan Pacitan.

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dindik Pacitan Wahyono menyatakan, minimnya siswa di puluhan SDN itu karena lulusan TK/RA di wilayah tersebut jumlahnya sedikit. Hal itu seiring keberhasilan program keluarga berencana (KB). Dia menyebut, kondisi itu juga terjadi di daerah lain.

Meski banyak SDN yang kekurangan siswa, Wahyono memastikan pihaknya tidak akan bergegas melakukan merger. Upaya yang dilakukan sekarang ini adalah peningkatan kualitas pendidikan di semua SDN.

Dia mengakui kualitas SDN yang belum merata. ‘’Kami sudah melakukan asesmen ke sekolah terkait hal ini,’’ katanya, Jumat (13/1).

Sekolah-sekolah yang masih belum memenuhi pagu, lanjut Wahyono, masih boleh menerima siswa pada tahun ajaran baru nanti. Soal sistem zonasi yang sudah berjalan tiga tahun, dia mengatakan masih disempurnakan.

‘’Kalau soal rencana regrouping belum ada tahun ini. Kami hanya sebatas asesmen potensi keberadaan sekolah itu antara 2–3 tahun ke depan,’’ ujarnya.

Wahyono menilai kebijakan merger sangat dilematis untuk diterapkan saat ini. Karena berpotensi memunculkan masalah lain, yakni naiknya angka putus sekolah. Nah, hal tersebut yang sebenarnya dindik hindari untuk tak menjalankan regrouping pada tahun ini.

‘’Sementara, dari 27 lembaga yang telah kami asesmen tadi itu ternyata ada potensi calon siswa baru yang mau sekolah di tempat tersebut,’’ jelasnya. (gen/her)

TENTANG KEKURANGAN MURID
JUMLAH SD DI PACITAN: 418 lembaga
JUMLAH SD NEGERI: 408 lembaga
JUMLAH SD SWASTA: 10 lembaga
JUMLAH SD KEKURANGAN SISWA: 27 lembaga
PAGU MINIMAL ROMBEL: 30 siswa
SEBARAN WILAYAH SD SISWA MINIM: Arjosari, Tulakan, Pringkuku, Nawangan, Bandar, Tegalombo, dan Pacitan Editor : Hengky Ristanto
#Sekolah Dasar #sekolah #murid #kekurangan murid #krisis murid #Dindik Pacitan #sd #pendidikan #siswa #regrouping SD