Kepala Dindik Pacitan Budiyanto menyatakan, kebijakan full day school (FDS) tersebut belum pihaknya bahasa sampai saat ini. Pertimbangannya karena sarana dan prasarana pendidikan di Pacitan tidak memadai seperti di daerah lain. Sehingga, FDS dinilai tak mendesak untuk diterapkan.
‘’Kebijakan ini (FDS) tidak mendesak. Jadi, belum ada pembahasan dan evaluasi terkait kebijakan itu,’’ katanya, Minggu (15/1).
Menurutnya, saat ini SD-SMP di Pacitan masih enjoy dengan skema enam hari sekolah dalam seminggu. Pun tidak ada siswa yang keberatan dengan kebijakan tersebut. Di samping itu kecukupan jam mengajar guru juga terpenuhi.
‘’Kecukupan jam belajar siswa dan guru sudah terpenuhi dengan baik. Sehingga, lima atau enam hari sekolah sebenarnya tidak ada masalah. Semua sama saja,’’ ungkap mantan Inspektur Inspektorat itu.
Kendati demikian, Budi mengaku tak menolak perubahan demi meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga, bisa saja pihaknya berubah pikiran ke depannya untuk menerapkan FDS apabila kurikulum merdeka berjalan dengan baik.
‘’Dengan kurikulum merdeka belajar ini kami rasa para siswa dan sekolah sudah fleksibel dalam menempuh pendidikan,’’ tandasnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto