‘’Dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar,’’ kata Kabid Pembinaan SD Dindik Pacitan Wahyono, Senin (16/1).
Dia nengungkapkan enam sekolah yang mendapat sentuhan perbaikan meliputi SDN 1 Sembowo, SDN 1 Ngunut, SDN Tanjungsari, SDN 1 Tambakrejo, SDN Kluwih dan SDN Jatimalang. Masing-masing sekolah alokasi anggaran perbaikannya berbeda-beda.
Tergantung dari tingkat kerusakan ruang kelas atau lembaga. ‘’Perbaikan (berat) enam sekolah ini bukan yang karena terdampak bencana. Tapi, bersumber dari dana alokasi khusus (DAK),’’ ujar Wahyono.
Selain enam SD itu, kata dia, pihaknya juga menganggarkan sekitar Rp 15 miliar untuk perbaikan ringan di 150 sekolah. Baik itu berupa pembangunan talut, pagar, saluran air maupun toilet.
‘’Saat ini, tahapannya masih ada di (bagian) perencanaan dan kami jadwalkan pada pertengahan atau akhir Februari untuk dilakukan survei perencanaan,’’ terang mantan kasi sarana dan prasarana dindik tersebut.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Wahyono mengaku jumlah sekolah yang direhab tahun ini lebih sedikit. Pada 2022, dindik melakukan perbaikan berat terhadap 30 SDN dan sekitar 100 sekolah tersentuh rehab ringan.
‘’Kisaran anggaran yang kami keluarkan untuk (pekerjaan) fisik itu mencapai Rp 20 miliar,’’ ungkapnya.
Wahyono memastikan perbaikan sekolah akan terus dilakukan secara bertahap. Pihaknya sudah memiliki data sekolah rusak. Namun, untuk menyelesaikan rehab sekolah tersebut, dibutuhkan anggaran ratusan miliar.
’’Nanti setiap tahun diajukan anggaran untuk perbaikan. Baik itu rehab ringan maupun berat,’’ pungkasnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto