‘’Itu merupakan jembatan tua. Kami khawatir kalau diperbaiki nanti tiang lainnya juga scouring atau alami penggerusan,’’ kata Kepala DPUPR Pacitan Suparlan kemarn (2/3).
Dengan demikian, kata dia, paling realistis adalah membangun jembatan baru di tempat lain. Namun, pihaknya tak bisa menjanjikan proses tersebut berjalan cepat. Sebab, semua bergantung dari alokasi anggaran yang ada.
‘’Saat perubahan anggaran keuangan (PAK) 2023 nanti mungkin belum bisa dananya. Bahkan, waktunya juga kurang panjang karena jembatannya besar,’’ ujar mantan sekretaris DPUPR itu.
Sementara ini, menurut Suparlan, warga bisa memutar melalui jalur alternatif yang tembus ke Desa Kedungbendo. Sambil pihaknya menimbang untuk membangun jembatan darurat menunggu air Sungai Grindulu surut. ‘’Kami berharap warga bersabar,’’ ucapnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto