Kadindik Pacitan Budiyanto mengungkapkan, kerusakan mencakup talut ambrol dan bangunan sekolah diterjang material longsor. Seperti di SMPN 3 Nawangan. Talut sepanjang 25 meter di sekolah tersebut ambrol dan berpotensi mengancam fasilitas pendidikan lainnya.
''Selain di SMPN 3 Nawangan, kerusakan akibat dampak bencana alam juga terjadi di SDN 4 Sempu, SDN 4 Tokawi, SDN Semanten dan SDN 3 Wonodadi Kulon,'' katanya kemarin (12/3).
Meski begitu, lanjut dia, sifat kerusakannya ringan-sedang. Sehingga, tak sampai mengganggu aktivitas pembelajaran siswa di sekolah. Namun, Budiyanto menyebut perbaikan tetap perlu dilakukan.
Dia mengaku sudah mengusulkan rehab sekolah rusak terdampak bencana itu ke bupati dan sekda. ''Kira-kira dibutuhkan anggaran sekitar Rp 650 juta untuk memperbaiki lima sekolah tersebut,'' ungkap mantan Inspektur Inspektorat itu.
Budiyanto tak menampik selain lima lembaga tersebut, beberapa sekolah lainnya di Pacitan termasuk dalam zona merah bencana. Terkait kondisi itu, dia sudah meminta pihak sekolah untuk waspada. Sebab, tidak mungkin proses relokasi sekolah dilakukan. ''Minimal saat musim hujan seperti saat ini, kami minta aliran air selokan di sekitar sekolah itu dipantau. Jangan sampai menggenang (mampet),'' tuturnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto