‘’Bawang merah yang paling terlihat kenaikan harganya, karena cukup mencolok,’’ terang Atok Supali, salah seorang pedagang di Pasar Arjosari, kemarin (6/5).
Sebelum kini nangkring di angka Rp 45 ribu, harga bawang merah sebelumnya bahkan sempat menyentuh Rp 50 ribu per kilogram. Angka itu naik dua kali lipat dibanding harga normalnya di level Rp 25 ribuan. ‘’Selama Ramadan harga masih stabil. Naik sejak mendekati Lebaran hingga sekarang masih tetap tinggi,’’ bebernya.
Atok menduga, kenaikan harga bawang merah tak lepas dari minimnya stok. Terlebih di momen Lebaran, permintaan terhadap komoditas tersebut naik pesat. Sementara, panen bawang merah sudah terlewat beberapa bulan lalu.
‘’Stoknya saat ini dari Trenggalek dan Magetan, biasanya cukup banyak dari sana, tapi sekarang juga dibatasi kirimannya,’’ sebut Atok.
Mahalnya harga bumbu dapur membuat para pembeli kelimpungan. Rini Hariyani misalnya. Warga Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, itu mengaku kenaikan harga bawang merah menambah pengeluaran rumah tangga. Terlebih bumbu dapur tersebut tak bisa dikurangi pun digantikan bahan lainnya. ‘’Mau bagaimana lagi, beli sedikit asal cukup dulu. Soalnya harga semahal itu cukup menguras pengeluaran,’’ ujar Rini. (gen/naz) Editor : Hengky Ristanto