Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sejarah Festival Ronthek, Berawal dari Tradisi Tiap Sahur Ramadan

Mizan Ahsani • Senin, 20 November 2023 | 22:00 WIB
MERIAH: Bupati Indrata Nur Bayuaji ikut memeriahkan Festival Ronthek 2023 Pacitan. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
MERIAH: Bupati Indrata Nur Bayuaji ikut memeriahkan Festival Ronthek 2023 Pacitan. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

 

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Festival Ronthek 2023 yang digelar di alun-alun Pacitan, Sabtu (18/11) dan Minggu (19/11) mengambil tema "The Most Booming Heritage Culture".

Tujuannya, sebagai upaya pelestarian budaya lokal dan pemikat hati wisatawan dari berbagai daerah.

Ronthek merupakan kesenian tradisional asli daerah berjuluk Kota 1.001 Gua ini.

Awalnya merupakan aktivitas masyarakat untuk ronda malam dengan menggunakan kentongan bambu, yang disebut juga thethek.

Kegiatan ini hanya setahun sekali. Khususnya selama bulan Ramadan, dengan tujuan untuk membangunkan warga sahur.

Seiring berjalannya waktu, ronthek tidak hanya kentongan. Tapi juga melibatkan berbagai instrumen musik lainnya.

Harmonisasi sangat kuat dari beragam instrumen, mencakup tarian dan musik, serta properti yang harus selaras dengan cerita.

Masing-masing kelompok memainkan perpaduan seni musik etnik tradisional dengan tempo cepat dan rancak, tembang yang mereka bawakan pun kebanyakan tembang tradisional Jawa Timuran.

Alhasil kombinasi suara ketukan bambu serta gendang yang menjadi penuntun mampu menghasilkan harmoni musik yang khas.

Festival Ronthek Pacitan 2023 diikuti 12 regu yang menjadi wakil dari setiap kecamatan se-Kabupaten Pacitan.

Selain diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata, gaung kesenian rontek antarkecamatan tersebut dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. (hyo/sat/*)

 

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #event #sahur #wisata #Ronthek #ramadan #festival