Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Malam Ini Pondok Tremas Luncurkan Kitab Miftahul Mannan, Gus Asna Sebut Penyusunan Makan Waktu Setahun Lebih

Mizan Ahsani • Kamis, 28 Desember 2023 | 00:13 WIB
LAUNCHING: Gus Asna memperlihatkan kitab Miftahul Mannan yang diluncurkan Rabu (27/12) memperingati dua abad Pondok Tremas. (INSTAGRAM MA
LAUNCHING: Gus Asna memperlihatkan kitab Miftahul Mannan yang diluncurkan Rabu (27/12) memperingati dua abad Pondok Tremas. (INSTAGRAM MA

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Peringatan dua abad Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas, Pacitan, dimeriahkan dengan berbagai acara sarat nilai.

Rabu (27/12) hari ini, berbagai kegiatan digelar. Ada pemecahan rekor MURI pembacaan salawat Badar hingga madhang geden (makan besar) sajian dua ribu tampah.

Malam nanti, juga ada salah satu acara monumental. Yakni, peluncuran kitab Miftahul Mannan, yang akan dilangsungkan pada pukul 19.00 malam ini.

Pihak Ponpes Tremas menyampaikan penjelasan resmi mengenai peluncuran kitab ini melalui Ma'had Aly Al-Tarmasi (instagram @mahadaly_altarmasi).

Nama panjang kitab ini adalah Miftahul Mannan fii Thariqah wal Haqiqah.

Adapun kitab ini merupakan warisan dari Syekh Abdul Mannan Al Tarmasi, dan diriwayatkan oleh Syekh Muhammad Sholih, muridnya yang menyandang gelar Kiai Pacitan.

Gus Muhammad Farkhi Asna, muhadir Ma'had Aly Al-Tarmasi, menjelaskan bahwa kitab Miftahul Mannan ditulis oleh Mbah Sholeh Tambakagung, Bangkalan.

Dia menulisnya setelah mendapat pengajaran langsung di Tremas pada masa itu.

"Kitab Miftahul Mannan lebih kepada tasawuf, membahas thariqah dan hakikat. Isinya mencakup keutamaan zikir, lafadz laa ilaaha illallah, dan kalimat 'Hu'," ungkap Gus Asna, Selasa (26/12).

Kitab Miftahul Mannan diklaim Tremas memiliki sejarah panjang, dengan dua naskah manuskrip awalnya yang menyebut versi Fathul Mannan.

Namun, setelah proses muqabalah, ditemukan empat manuskrip lain yang memperkuat nama Miftahul Mannan. Sehingga diputuskan untuk menggunakan nama tersebut.

"Paling kuat nama Miftahul Mannan, karena didukung oleh empat manuskrip," ujar Gus Asna.

Dalam mengumpulkan manuskrip kitab Miftahul Mannan, Ponpes Tremas bekerjasama dengan Nahdlatul Turats.

Tim Nahdlatul Turats membutuhkan waktu hingga satu tahun dalam mengumpulkan naskah-naskah ini.

Adapun proses penyuntingan dan lainnya memakan waktu sekitar enam bulan.

"Peluncuran Kitab Miftahul Mannan dijadwalkan Rabu (27/12) dan akan dihadiri oleh 15 tokoh nasional dan internasional dari kalangan ulama, serta 50 pesantren yang memiliki sanad keilmuan dengan Pondok Tremas," tutur Gus Asna. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #pondok #kitab #Tremas #dua abad #miftahul mannan