Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Harga Beras dan Bapok Lain Naik Terus, Warga Pacitan Sambat Penghasilan Tak Sebanding

Nur Cahyono • Kamis, 8 Februari 2024 | 23:00 WIB

MEMBERATKAN: Harga beras dan komoditas bahan pokok di Pacitan naik sejak beberapa pekan terakhir. Masyarakat berpenghasilan rendah harus mengencangkan ikat pinggang. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
MEMBERATKAN: Harga beras dan komoditas bahan pokok di Pacitan naik sejak beberapa pekan terakhir. Masyarakat berpenghasilan rendah harus mengencangkan ikat pinggang. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
 

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Harga sejumlah komoditas bapok alias bahan pokok di Pacitan melonjak sejak beberapa hari terakhir. Salah satunya beras yang terus harganya naik.

Saat ini, harga beras medium, sudah mencapai Rp 15.000 per kilogram (kg). Padahal, akhir bulan lalu masih di kisaran Rp 13.000.

Sedangkan beras premium yang sebelumnya dijual Rp 13.500 per kilogram, kini naik menjadi Rp 15.500 hingga Rp 16.000 per kg.

‘’Kenaikannya bertahap sejak sekitar dua minggu lalu,’’ kata Ratri Utami, salah seorang pedagang beras di Pasar Arjowinangun, Pacitan, Rabu (7/2).

Menurut Ratri, kenaikan harga beras diduga kuat karena dampak El Nino. Fenomena alam ini menyebabkan sebagian besar petani padi tidak dapat bercocok tanam secara normal.

‘’Di sisi lain, permintaan juga terus meningkat. Mungkin ini yang menjadi salah satu sebab harga naik,’’ tambahnya.

Mujiati, pedagang lainya, menambahkan terbatasnya pasokan beras SPHP (stabilisasi pasokan harga pangan) juga mememicu kenaikan harga.

Dia hanya mendapat 100 kilogram beras Bulog itu per minggu.

Jumlah ini jauh dari permintaannya. Menurut dia, pembatasan ini meresahkan masyarakat. ‘’Kalau ada langsung jadi rebutan pembeli,’’ ungkapnya.

Konsumen pun mengeluhkan dampak kenaikan harga beras. Riris Aristha, salah seorang di antaranya. Dalam sehari, dia dan keluarganya mengosumsi satu kilogram beras.

Ditambah kenaikan harga bapok lainnya, kondisi ini dirasa memberatkan.

Terutama keluarga yang mengandalkan penghasilan dari upah minimum kabupaten (UMK). ‘’Apalgi UMK Pacitan masih minim,’’ keluhnya.

Selain beras, harga telur ayam ras juga naik. Dari Rp 26.000 menjadi Rp 27.000 per kg. Pun, minyak goreng yang rata-rata naik Rp 500 per liter.

‘’Yang memberatkan itu di saat harga beras naik harga bahan pokok lain juga naik,’’ sebutnya sembari berharap ada solusi terbaik dari pemerintah. (hyo/sat)

Naik Signifikan

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #beras #bapok #harga #bahan pokok