Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Warga Pacitan Ramai-Ramai Jadi Pekerja Migran, Ini Negara Favorit yang Jadi Tujuan

Nur Cahyono • Jumat, 3 Mei 2024 | 02:00 WIB
Ilustrasi TKI atau PMI (JAWAPOS.COM)
Ilustrasi TKI atau PMI (JAWAPOS.COM)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Sulitnya mencari pekerjaan di tanah kelahiran menjadikan sebagian warga Kabupaten Pacitan menyeberang ke luar negeri jadi pekerja migran.

Buktinya, dari Januari hingga akhir April tahun ini, terdapat 200 warga yang mengajukan rekomendasi paspor ke dinas perdagangan dan tenaga kerja (disdagnaker) setempat. 

Mayoritas calon pekerja migran Indonesia (PMI) ingin mengadu nasib ke negeri jiran Malaysia dan Singapura.

Juga ke Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Qatar. Pun, Hongkong dan Taiwan.

‘’Pada 2024 ini sudah tercatat 53 orang yang berangkat,’’ kata Kepala Disdagnaker Pacitan Acep Suherman, Rabu (1/5).

Calon PMI kebanyakan mendaftar sebagai asisten rumah tangga (ART).

Seperti perawat khusus lansia (caregiver), house keeping, house maid, dan bidang perkebunan (plantation worker).

‘’Sebagian di bidang manufaktur dan konstruksi,’’ sebutnya.

Sebelum berangkat para calon PMI itu harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Hasil wawancara disdagnaker, motivasi bekerja di luar negeri karena berkeinginan hidup lebih sejahtera, perekonomian meningkat.

Itu lantaran penghasilan di mancanegara dinilai lebih menjanjikan.

‘’Yang paling utama, perjanjian antara pekerja dengan pihak pemberi kerja harus jelas,’’ ujarnya.

Sementara itu dalam peringatan May Day (1/5) kemarin, Serikat Pekerja Seluruh (SPSI) berharap pemerintah membuka lapangan kerja seluas luasnya.

Kenaikan upah minimum berkala setiap tahun dan mengurangi kesenjangan sosial.

‘’Agar buruh semakin sejahtera, dan mencari pekerjaan cukup di dalam negeri,’’ harap Dwi Murniati, ketua SPSI Pacitan. (hyo/sat)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #migran #luar negeri #pmi #Pekerja #Negara