Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Nelayan Pacitan Nekat Melaut meski Gelombang Tinggi Mengancam, Ternyata Ini Alasannya

Nur Cahyono • Rabu, 29 Mei 2024 | 22:00 WIB
TIDAK TAKUT: Aktivitas bongkar hasil tangkapan nelayan di PPP Tamperan Pacitan. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
TIDAK TAKUT: Aktivitas bongkar hasil tangkapan nelayan di PPP Tamperan Pacitan. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Gelombang tinggi melanda perairan laut di selatan Pulau Jawa sejak dua hari terakhir. Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Pacitan.

Tinggi gelombang diperkirakan bisa mencapai dua hingga empat meter.

Dampaknya, dapat mengancam keselamatan para nelayan yang nekat melaut.

Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, pola angin menjadi salah satu penyebab gelombang tinggi.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan 5-20 knot.

‘’Secara umum terjadi gelombang kasar,’’ kata kepala BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko, Selasa (28/5).

Meski demikian, nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan Pacitan masih nekat melaut.

Pertimbangannya, saat ini sedang panen ikan.

Ribuan ikan, terutama layur, mulai terlihat di perairan laut Pacitan.

‘’Sudah biasa karena musim timuran,’’ kata Mohamad Ansyori, nelayan setempat.

Meski diakui berbahaya, namun lanjut dia, hasil tangkapan nelayan sedang melimpah ruah.

Selain layur, juga banyak mendapat ikan tongkol, teropong dan baby tuna. ‘’Empat hari melaut dapat 15 sampai 20 ton ikan,’’ ujarnya. (hyo/sat)

Editor : Mizan Ahsani
#nelayan #pacitan #tamperan #perairan #laut #gelombang tinggi #cuaca buruk