Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pacitan Speleology Society Temukan Sumber Air di Gua Bawah tanah, Potensi Atasi Kekeringan!

Nur Cahyono • Selasa, 3 September 2024 | 19:00 WIB
POTENSI SDA: Salah satu gua bawah tanah di wilayah Kecamatan Pringkuku, Pacitan, yang menyimpan sumber air melimpah ditemukan komunitas Pacitan Speleology Society belum lama ini. (PPS)
POTENSI SDA: Salah satu gua bawah tanah di wilayah Kecamatan Pringkuku, Pacitan, yang menyimpan sumber air melimpah ditemukan komunitas Pacitan Speleology Society belum lama ini. (PPS)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar gembira bagi sebagian warga Kabupaten Pacitan yang selama ini terdampak kekeringan pada musim kemarau.

Terutama yang setiap tahun menjadi langganan krisis air bersih.

Baru-baru ini, Pacitan Speleology Society (PSS) yang berfokus pada eksplorasi gua kembali menemukan dua sumber air.

Yakni, di Gua Luweng Dondong, Desa Dadapan dan Gua Luweng Banyu di Desa Poko.

Keduanya di wilayah Kecamatan Pringkuku.

Potensi air di sungai bawah tanah ini disebut sangat besar. Kedua gua ini hanya bisa dimasuki saat puncak kemarau.

‘’Sembari jelajah gua kami mencari sumber air baru,’’ kata Aziz Pratoko, aktivis PSS, Senin (2/9).

Menurut dia, proses penemuan ini butuh waktu sekitar dua bulan yang melibatkan referensi dari ekspedisi Australia dan Inggris pada 1985 lalu.

Pun data dari Mapala Dinamik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Penelusuran gua oleh PSS dimulai sejak 2019.

Tujuannya, selain eksplorasi gua juga pencarian sumber air bawah tanah sebagai alternatif pasokan air bagi masyarakat setempat yang acap mengalami krisi air bersih saat kemarau.

‘’Saat musim penghujan banjir, musim kemarau saja debit airnya luar biasa,’’ ungkapnya.

Selama aktivitas spelunking (jelajah) dua gua bawah tanah, komunitas ini juga mendapati ratusan gua di bawah tanah.

Temuan ini semakin memperkuat sebutan Pacitan sebagai Kota 1.001 Gua.

Selain itu, sekaligus menunjukkan potensi besar sumber daya alam (SDA) yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

‘’Jumlahnya saat ini ada ribuan, tetapi belum didata,’’ bebernya.

Temuan ini bisa menjadi solusi kekeringan yang kerap melanda sebagian wilayah Kabupaten Pacitan.

Berdasarkan pemetaan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat, tahun ini masih ada 34 desa yang berpotensi terdampak kekeringan.

Bahkan kabupaten ini menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota di Jawa Timur yang berstatus tanggap darurat kekeringan.

Terbukti, lima desa juga sudah mengajukan dropping air bersih.

Yakni, Desa Klepu dan Belah, Kecamatan Donorojo; Desa Kebonsari, Kecamatan Punung; Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo dan Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. (hyo/sat)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #pringkuku #sumber air #gua bawah tanah