Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pacitan Berstatus Tanggap Darurat Kekeringan, Warga Andalkan Bantuan untuk Cukupi Kebutuhan Air Bersih

Nur Cahyono • Selasa, 24 September 2024 | 21:00 WIB
MEMANG BERAT: Warga Dusun Kendal, Klesem, Kebonagung, Pacitan, mengandalkan dropping air bersih untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari karena terdampak kekering. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
MEMANG BERAT: Warga Dusun Kendal, Klesem, Kebonagung, Pacitan, mengandalkan dropping air bersih untuk mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari karena terdampak kekering. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Katmiatin, warga Dusun Kendal, Klesem, Kebonagung, Pacitan, tergopoh-gopoh menenteng lima ember dan galon kosong ke mobil tangki air yang datang.

Sejak tiga bulan terakhir air dia rajin menunggu dropping air bersih dari relawan.

‘’Paling cuma buat mandi anak, kalau untuk cuci dan masak pakai air sungai,’’ katanya, Minggu (22/9).

Bukan pertama kalinya kekeringan malanda dusun ini. Krisis air bersih rutin terjadi saban tahun.

Warga pun sudah hafal, ketika memasuki kemarau, mereka menyiapkan ember dan wadah lainnya untuk menunggu bantuan air bersih datang.

‘’Bagaimana lagi, kalau setiap hari beli harganya mahal,’’ keluhnya.

Menurut dia, sumber air sumur warga terus berkurang sejak Juli lalu. Bahkan, sebagian sama sekali sudah tidak keluar airnya. Malah pernash, pernah dusun ini dilanda kekeringan hingga tujuh bulan.

Hingga dia dan keluarganya harus mencari air pada malam hari. ‘’Semoga tidak seperti dulu, karena sudah ada tanda-tanda mau turun hujan,’’ harapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Radite Suryo Anggono menyebutkan, tanda-tanda kekeringan sudah terlihat sejak Juli lalu.

Kini sudah berstatus tanggap darurat kekeringan.

Sebanyak 17 desa di tujuh kecamatan terdampak kekeringan. Terparah, permintaan air bisa menyentuh 200 ribu liter per hari. Sedangkan BPBD hanya punya empat unit mobil tangki air.

‘’Selain mobil tangki BPBD, kita juga pakai rekanan untuk dropping,’’ sebut Radite, Senin (23/9).

BPBD mengklaim kekeringan tahun ini lebih ringan ketimbang tahun lalu sebanyak 54 desa terdampak. Sementara tahun ini, 12.437 jiwa terdampak di 47 dusun dan 17 desa terdampak.

Pihaknya mengimbau warga menghemat air. ‘’Supaya masyarakat lebih setiti, menyesuaikan kebutuhan air 15 liter per warga,’’ jelasnya. (hyo/sat)

Editor : Mizan Ahsani
#air #pacitan #bantuan #Kebonagung #kekeringan