PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sinar matahari di wilayah Kabupaten Pacitan dalam beberapa hari terakhir sangat terik pun membuat gerah.
Penyebabnya, cuaca yang lebih panas pada periode puncak musim kemarau saat ini. Sedangkan musim penghujan diperkirakan tidak lama lagi.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko, pihaknya telah menerima rilis dari BMKG yang memprediksi awal musim penghujan bakal terjadi akhir Oktober atau awal November.
‘’Puncaknya bakal terjadi pada Februari 2025 nanti,’’ katanya, Senin (14/10).
Awal musim penghujan 2024 ini, lanjutnya, maju dari normalnya.
Hujan pada November akan cukup deras. Dengan peralihan musim ini, warga diimbau mengantisipasi terjadinya bencana alam.
Seperti banjir bandang, longsor dan sedimentasi sungai.
‘’Perlu waspadai kejadian cuaca ekstrem saat peralihan musim,’’ imbaunya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Pacitan mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada Senin (14/9) sekitar 11.21.
‘’Kulminasi utama terjadi ketika matahari tepat di atas zenit pada siang hari, menyebabkan bayangan benda tegak menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri,’’ paparnya.
Erwin mengimbau beberapa hal kepada masyarakat dalam kondisi cuaca lebih panas.
Di antaranya menghindari dehidrasi dengan minum air yang cukup, mengindari paparan sinar matahari langsung, menggunakan tabir surya, dan bijak menggunakan air bersih. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani