PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meluncurkan buku Penelusuran Sejarah Berdirinya Kabupaten Pacitan dan pakaian khas Pacitan baru.
Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Jadi Ke-280 Kabupaten Pacitan yang jatuh pada 19 Februari 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Indrata Nur Bayuaji mengatakan bahwa peluncuran buku sejarah ini bertujuan memperkuat identitas serta membangun kebanggaan masyarakat Pacitan terhadap warisan sejarah daerahnya.
Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi generasi muda.
Buku tersebut berisi informasi bahwa Pacitan sudah ada sejak zaman Mataram Kuno dan Kerajaan Majapahit.
Nama Pacitan berasal dari kata “Cit” yang berarti tempat yang jauh dan sulit, yang menjadikannya sebagai tempat pengasingan atau persembunyian.
‘’Seiring berjalannya waktu, Pacitan justru menjadi tempat untuk menggembleng prajurit sebelum bertempur di medan perang,’’ katanya.
Sejarah Pacitan terus berlanjut hingga masa Kerajaan Demak, Pajang, Mataram, dan Surakarta Hadiningrat.
Namun, berdirinya Kabupaten Pacitan secara resmi ditetapkan pada 19 Februari 1745, ketika Tumenggung Notopuro menerima pengukuhan sebagai Adipati di Rejoso Pacitan dari Sultan Bintoro II atau Paku Buwono I.
Sementara pakaian khas Pacitan baru yang diberi nama Blarang ini merupakan perpaduan budaya mataraman yang mencerminkan kekayaan tradisi Jawa.
Sementara untuk menghormatan para tokoh berjasa, Pemkab Pacitan mengusulkan nama almarhum KH Hamid Dimyathi sebagai pahlawan nasional.
Pun, penghargaan kepada almarhum Soetrisno, pengarang sesanti Tata Pramana Hargeng Praja yang merupakan simbol Kabupaten Pacitan.
Bupati bersykur atas perayaan hari jadi ini. Momentum ini juga sebuah bentuk penghormatan kepada sejarah Pacitan yang penuh tantangan dan perjuangan.
‘’Melalui peluncuran buku sejarah ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang telah ada sejak zaman dahulu,’’ ujarnya. (hyo/sat/*)
Editor : Mizan Ahsani