PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Laut bukan sekadar medan tugas bagi Mayor Laut (P) Aris Alfatah.
Bagi perwira kelahiran Indramayu, 26 Juni 1983 itu, samudra adalah ruang hidup.
Tempat cerita-cerita penuh makna lahir dan berkembang seiring langkah pengabdiannya sebagai prajurit matra laut.
Kini, lembaran baru dibuka. Aris resmi menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Pacitan, menggantikan Mayor Laut Dainuri Samsuddin yang tengah mengikuti pendidikan lanjutan.
Serah terima jabatan berlaku efektif sejak 9 April 2025 lalu.
’’Setiap penugasan punya cerita dan kesan tersendiri,’’ ujar Aris usai tasyakuran kenaikan pangkat di Mako Lanal Pacitan, Rabu (16/4).
Kariernya di TNI AL cukup panjang. Dari Lanal Bangka Belitung, Mabes TNI AL Jakarta, Lanal Sibolga, hingga kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang beroperasi di Pulau Rusa, Nusa Tenggara Timur.
Aris juga pernah berinteraksi dengan masyarakat pesisir di banyak wilayah, membentuk pandangan kemaritiman yang luas dan membumi.
Kini di Pacitan, Aris melihat laut selatan menyimpan potensi besar. Namun, sebelum bicara program strategis, dia memilih mendengar lebih dulu.
’’Saya ingin menyerap aspirasi dari masyarakat, tokoh pesisir, dan pemerintah daerah. Program bagus harus lahir dari bawah,’’ katanya.
Salah satu fokus utamanya adalah ketahanan pangan berbasis kelautan yang sejalan dengan prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Aris, potensi perikanan dan hasil laut harus diberdayakan secara maksimal, bukan hanya untuk konsumsi lokal, tapi juga mendorong perekonomian wilayah pesisir.
Wilayah kerja Lanal Pacitan yang meliputi tiga kabupaten sekaligus. Yakni, Pacitan, Trenggalek, dan Tulungagung membuat Aris menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah.
Menurutnya, komunikasi lintas sektor menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan laut sekaligus memaksimalkan potensi maritim yang ada. ’’Laut ini anugerah. Tapi kalau tidak dijaga, bisa jadi bencana,’’ ucapnya. (hyo/her)
Editor : Mizan Ahsani