Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pantai Pancer Door Pacitan Terancam Abrasi, Toilet dan Fasilitas Umum Hancur Dihantam Ombak

Nur Cahyono • Kamis, 10 Juli 2025 | 15:10 WIB
Sekda Heru Wiwoho, Kepala DPUPR Suparlan dan Kepala Disparbudpora Turmudi meninjau dampak kerusakan dari abrasi di kawasan Pantai Pancer Door, kemarin (9/7). NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
Sekda Heru Wiwoho, Kepala DPUPR Suparlan dan Kepala Disparbudpora Turmudi meninjau dampak kerusakan dari abrasi di kawasan Pantai Pancer Door, kemarin (9/7). NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Ancaman abrasi di muara Sungai Grindulu, tepatnya di kawasan Pantai Pancer Door, semakin memprihatinkan.

Pasir di sisi timur pantai terus berkurang, area parkir dan fasilitas umum seperti toilet wisata ikut terancam keberadaannya.

Fasilitas toilet yang menjadi penunjang utama kenyamanan wisatawan bahkan kini dalam kondisi rusak parah, setelah beberapa kali digempur gelombang tinggi Laut Selatan.

Kerusakan tersebut dikhawatirkan berdampak langsung pada tingkat kunjungan wisata, terutama di masa liburan saat kawasan ini selalu ramai pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Turmudi, memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan permanen berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Penanganan kami lakukan menggunakan dolken bambu yang dipasang di area rawan abrasi agar tidak terus terkikis,” ujarnya, kemarin (9/7).

Turmudi menambahkan, teknologi yang diterapkan adalah sistem cerucuk bambu sepanjang tiga meter, dipancang secara vertikal ke dalam pasir.

Di atas cerucuk itu dipadatkan tanah keras hingga membentuk tanggul sederhana, berfungsi sebagai tembok laut alami.

Cara ini, menurut Turmudi, sebelumnya terbukti efektif memperlambat abrasi di Australia.

“Prosesnya seperti menggali sumur bor, bambu ditancapkan sebagai fondasi, tinggal menunggu eksekusi teknis dari PUPR jika stok bambu sudah cukup,” jelasnya.

Langkah berikutnya adalah pemasangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) berbasis bambu.

Yakni metode percepatan pemadatan tanah lunak agar daya dukung lahan meningkat.

PVD membantu mempercepat pengaliran air dari dalam tanah, membuat struktur tanah lebih stabil sehingga fasilitas umum tidak mudah rusak akibat tanah labil.

“Teknologi ini juga diterapkan pada proyek tol Semarang-Demak. Harapannya, Pancer Door bisa terlindungi lebih baik ke depan,” imbuhnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #abrasi #Pantai Pancer Door #penanganan abrasi #PVD #wisata pacitan