Jawa Pos Radar Pacitan - Kekosongan jabatan kepala sekolah (kasek) masih menjadi persoalan di Pacitan.
Hingga akhir Juli ini, tercatat 84 SD dan empat SMP belum memiliki kasek definitif.
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pacitan Rino Budi Santoso menyebut kekosongan terjadi akibat banyaknya kasek yang pensiun sejak tahun lalu.
’’Untuk sementara kami tunjuk pelaksana tugas (Plt) dari guru terdekat yang telah dievaluasi kompetensinya,’’ terang Rino, Rabu (30/7).
Namun, pengisian kasek definitif belum bisa dilakukan secara penuh.
Tahun ini hanya tersedia 20 kuota seleksi dari APBN.
Sedangkan seleksi yang bersumber dari APBD baru akan dianggarkan pada 2026.
’’Mungkin bisa terpenuhi tahun depan,’’ ujarnya.
Rino menyebut minat guru menjadi kepala sekolah masih rendah.
Faktor utamanya karena lokasi sekolah terpencil, tunjangan yang tidak jauh berbeda, serta beban kerja yang lebih berat.
Meski demikian, dia memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan di bawah kepemimpinan Plt.
’’Kami bantu monitoring secara rutin,’’ tegasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto