Jawa Pos Radar Pacitan – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) gelombang dua di Kabupaten Pacitan menemui hambatan.
Meski pengerjaan fasilitas fisik terus dikebut, jumlah pendaftar masih minim.
Pelaksana proyek, Ino Sukawardhana, menyebut renovasi gedung Balai Latihan Kerja (BLK) di Kelurahan Sidoharjo telah rampung 90 persen.
Sedangkan pembangunan asrama dan musala baru menyentuh 45 persen.
‘’Untuk renovasi tinggal bagian atap. Asrama dan musala masih berjalan,’’ katanya, Rabu (30/7).
Karena belum tersedia fasilitas asrama, pihaknya membangun hunian sementara menggunakan sistem knock-down (Mobox).
Proyek dengan anggaran Rp 4,5 miliar itu ditargetkan rampung 7 Agustus mendatang. ‘’Pondasi disiapkan, pekan depan Mobox bisa difungsikan,’’ ujarnya.
Namun di sisi lain, Dinas Sosial (Dinsos) kesulitan menjaring siswa. Hingga kini baru tercatat 27 calon siswa dari target maksimal 100 anak.
Plt Kepala Dinsos Khemal Pandu Pratikna menduga, rendahnya animo karena tahun ajaran baru telah berjalan dua pekan.
‘’Pendaftaran tetap dibuka hingga kegiatan belajar dimulai,’’ ungkapnya.
Pihaknya kini menyasar langsung desa-desa untuk menjaring anak putus sekolah.
Termasuk memotivasi wali murid agar kembali menyekolahkan anaknya. ''Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa,'' ujarnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto