Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus campak mulai ditemukan di Pacitan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan satu sampel positif dari total 24 yang diperiksa sejak Januari 2025.
Kepala Dinkes Pacitan Daru Mustiko Aji menyebut tim surveilans bergerak setiap ada laporan suspek.
“Sampel diambil di sejumlah puskesmas, hasilnya satu positif rubella,” jelasnya, Kamis (28/8).
Campak, menurut Daru, bisa menular lewat udara dalam bentuk droplet.
Virus juga dapat bertahan beberapa jam di permukaan benda, termasuk gagang pintu dan saklar lampu.
“Kontak dengan cairan tubuh penderita juga bisa jadi sumber penularan,” tambahnya.
Gejala awal campak berupa demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.
Selanjutnya muncul ruam merah kecokelatan yang bermula dari sekitar telinga lalu menyebar ke tubuh.
“Masyarakat diminta tetap waspada dan memastikan imunisasi optimal sesuai kelompok umur,” pesannya.
Sebagai perbandingan, pada Januari–Agustus 2024 dinkes memeriksa 31 sampel. Hasilnya, dua positif campak dan satu positif rubella.
Campak termasuk penyakit dengan daya tular sangat tinggi, satu orang bisa menularkan ke 17–18 orang lain hanya lewat batuk atau bersin. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto