Jawa Pos Radar Pacitan – Media sosial dihebohkan dengan video ratusan siswa SMPN 1 Pacitan menangis histeris.
Mereka mengira guru kesayangan mereka, Alsa Daruna, dipindah tugas oleh dinas pendidikan (dindik) setempat.
Narasi yang beredar bahkan menyebut pemindahan itu buntut teguran kepada anak anggota DPRD.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dindik Pacitan Rino Budi Santoso membantah isu tersebut.
Dia menegaskan pada 12 September 2025 pihaknya menerima aduan dari orang tua siswa terkait dugaan perbuatan tidak menyenangkan oleh guru bersangkutan.
Laporan itu masuk ke kepala dinas pada 15 September.
‘’Lalu, 17 September kami keluarkan SPT (surat perintah tugas) agar yang bersangkutan sementara mengajar di tempat lain sambil menunggu proses laporan selesai,’’ kata Rino, kemarin (19/9).
Menurut Rino, kegaduhan terjadi karena pihak sekolah keliru memahami SPT.
Surat tersebut bukan SK mutasi, melainkan penugasan sementara.
‘’Siswa mengira dipindah, padahal tidak. Itu yang membuat salah paham hingga viral,’’ ujarnya.
Lebih jauh, Rino menyebut ada empat siswa yang melapor.
Bentuk dugaan perbuatan tidak menyenangkan mulai dari cubitan, candaan tidak pantas, hingga dipukul penggaris.
Namun, dia memastikan tidak ada hubungan dengan anak pejabat.
‘’Salah satunya justru anak pegawai bank,’’ tegasnya.
Kepala SMPN 1 Pacitan Tjatur Heri Subagjo juga membantah isu guru Daruna dipindah karena menegur anak pejabat.
‘’Masalah bermula dari cara pendekatan guru kepada siswa. Kadang suka mencubit. Ada kejadian cubitan tidak sengaja mengenai area sensitif. Orang tua keberatan dan melapor,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPPKB PPA Pacitan Jayuk Susilaningtyas memastikan pihaknya sudah melakukan pendampingan psikologis bagi siswa agar proses belajar tetap kondusif. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto