Jawa Pos Radar Pacitan – Populasi sapi Jawa Putih di Pacitan terus menurun. Minat peternak terhadap sapi asli Indonesia itu kian berkurang.
Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan, Agus Rustamto, menyebut banyak peternak lebih memilih bibit sapi impor.
“Mereka menganggap sapi impor lebih cepat besar dan lebih ekonomis,” ujarnya, Rabu (1/10).
Pemkab berencana mengusulkan pembibitan murni sapi Jawa Putih ke pemerintah pusat.
Langkah ini untuk menjaga keberadaan sapi lokal agar tidak punah.
Saat ini, populasi sapi potong di Pacitan tercatat 59 ribu ekor, namun data spesifik Jawa Putih terbatas.
“Sekarang tinggal satu dua orang yang memelihara,” tambahnya.
Padahal, sapi Jawa Putih memiliki banyak keunggulan.
Mulai tahan iklim tropis, kualitas daging khas cocok untuk olahan bakso, hingga persentase karkas 53 persen yang lebih tinggi dari jenis lain.
Selain itu, tenaga sapi Jawa Putih kuat untuk membajak sawah dan mengangkut barang.
“Kemampuan reproduksi tinggi dan daya adaptasi bagus. Sayangnya sudah kalah populer,” jelas Agus.
Peternak kini lebih tergiur sapi impor dengan pertumbuhan cepat yang dianggap lebih menguntungkan. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto