Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus pneumonia pada anak di Kabupaten Pacitan meningkat sepanjang tahun ini.
RSUD dr. Darsono mencatat total 136 kasus sejak Januari hingga September 2025.
Dari jumlah itu, 83 anak menjalani rawat jalan, sementara 53 lainnya harus dirawat inap.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Daru Mustiko Aji mengatakan, pneumonia tidak muncul secara tiba-tiba dan bisa dikenali sejak awal melalui gejala khas.
“Biasanya diawali demam, batuk, napas cepat, dan sesak. Anak-anak rentan karena sistem imun mereka belum sempurna,” ujarnya, kemarin (7/10).
Daru mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan anak ke dokter jika menunjukkan gejala serupa.
“Penanganan dini dapat mencegah kondisi memburuk. Pencegahan bisa dilakukan lewat pola hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” katanya.
Sementara itu, Kabag Tata Usaha RSUD dr. Darsono Johan Tri Putranto menjelaskan, pneumonia dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri.
“Virus yang sering memicu di antaranya respiratory syncytial virus (RSV), influenza, parainfluenza, adenovirus, hingga Covid-19,” jelasnya.
Selain virus, bakteri seperti Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae tipe b (Hib), dan Mycoplasma pneumoniae juga menjadi penyebab utama.
“Kasus Hib mulai menurun karena vaksinasi, tapi Streptococcus masih sering ditemukan,” terang Johan. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto