Jawa Pos Radar Madiun – Ajang Festival Dai Cilik tingkat SMP/MTs resmi memasuki tahapan audisi sejak Rabu (8/10).
Puluhan pendakwah muda dari wilayah Madiun menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri.
Pada Kamis (16/10), giliran peserta dari Kabupaten Pacitan yang berkesempatan menunjukkan bakat dakwahnya.
Setiap peserta diberi waktu lima menit untuk menyampaikan ceramah dengan tema pilihan yang tersedia.
Penilaian dilakukan oleh tiga juri profesional dari kalangan praktisi public speaking, insan media, dan perwakilan Kementerian Agama.
Dari seluruh peserta, hanya 30 terbaik yang akan melaju ke babak grand final.
Salah satu peserta yang turut menyemarakkan adalah Tashfa Raisha Firzanah dari MTs Muhammadiyah 04 Pacitan.
Ia membawakan ceramah bertema “Rasulullah sebagai Suri Tauladan Kita” dengan penuh penghayatan.
Dalam penampilannya, Tashfa menekankan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan utama bagi umat Islam, baik dalam akhlak, kepemimpinan, maupun kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, generasi muda wajib mencontoh akhlak Rasulullah agar menjadi pribadi beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama.
Usai tampil, Tashfa mengaku cukup kaget melihat banyaknya peserta yang ikut serta di ajang ini. “Ternyata pesertanya banyak sekali, tapi ini pengalaman berharga,” ujarnya dengan senyum semangat.
Festival Dai Cilik bukan hanya kompetisi, melainkan juga wadah bagi generasi muda untuk mengasah keberanian, kemampuan berbicara, serta memperkuat nilai keislaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir dai-dai muda yang siap menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat.
Direktur Jawa Pos TV Madiun Ockta Prana mengapresiasi para peserta audisi Festival Dai Cilik Tingkat SMP/MTs sederajat asal Pacitan.
"Antusiasme para peserta audisi dari Pacitan begitu luar biasa, kami ucapakan terima kasih atas dukungan semua pihak," ujarnya.
Ockta Prana menambahkan, Festival Dai Cilik rutin digelar Jawa Pos Radar Madiun dan Jawa Pos TV Madiun.
Event ini menjadi ruang bagi talenta-talenta hebat dai/daiyah Pacitan agar lebih kompetitif mengasah bakatnya di bidang syiar agama.
"Semoga kelak dapat menjadi dai/daiyah hebat yang selalu istiqomah ke depannya," pesannya. (ghiska-mg-pnm/naz)
Editor : Mizan Ahsani