Jawa Pos Radar Pacitan – Program vaksinasi antraks di Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya berjalan mulus.
Sejumlah petugas di lapangan masih menemukan penolakan dari peternak terhadap vaksinasi yang digelar pemerintah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan Sugeng Santoso menyebut, pemkab mendapat alokasi 30 ribu dosis vaksin antraks dari Pemprov Jatim.
Vaksin tersebut mulai disalurkan sejak Agustus untuk hewan ternak, terutama sapi.
“Ini langkah antisipatif meski belum ada kasus. Pemerintah ingin memastikan ternak tetap sehat dan bebas ancaman antraks,” ujarnya, Sabtu (18/10).
Pacitan termasuk wilayah segitiga merah penyebaran antraks nasional bersama Wonogiri dan Wonosari.
Karena itu, vaksinasi dilakukan secara masif sebagai upaya pencegahan.
Selain bantuan dari provinsi, pemkab juga menyiapkan anggaran dari APBD 2026 untuk melanjutkan program vaksinasi.
“Mulai tahun depan vaksin dari provinsi dan kementerian sudah tidak disediakan. Karena itu kami siapkan anggaran daerah,” terangnya.
Namun, pelaksanaan di lapangan menemui kendala.
Beberapa peternak masih menolak ternaknya divaksin karena khawatir tertular virus dari petugas.
“Masih ada kekhawatiran di masyarakat. Ini tantangan bagi kami untuk terus sosialisasi agar mereka paham bahwa vaksin justru melindungi ternaknya,” tegasnya.
DKPP menargetkan seluruh 30 ribu dosis vaksin tersalurkan hingga November mendatang.
Sugeng berharap program ini menekan potensi penyebaran antraks sejak dini.
“Mudah-mudahan semua vaksin tersalurkan dan tidak ada penyebaran virus di Pacitan,” pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto