Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Hasil Uji BBVet Sebut Tanah Pacitan Mengandung Antraks, Warga Diminta Waspada

Nur Cahyono • Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:10 WIB
Hasil uji laboratorium menunjukkan tanah di beberapa titik di Pacitan positif antraks. Pemerintah lakukan karantina lokasi dan vaksinasi ternak. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
Hasil uji laboratorium menunjukkan tanah di beberapa titik di Pacitan positif antraks. Pemerintah lakukan karantina lokasi dan vaksinasi ternak. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Ancaman antraks kembali menghantui wilayah Pacitan.

Hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta menunjukkan sampel tanah dari Lingkungan Plelen, Kelurahan Sidoharjo, dan Desa Belah, Kecamatan Donorojo, positif mengandung spora Bacillus anthracis.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan Sugeng Santoso membenarkan temuan tersebut.

’’Kalau sampel hewannya negatif, tapi tanahnya positif antraks,’’ ujarnya, Selasa (28/10).

Temuan itu merupakan tindak lanjut dari kasus sapi mati mendadak di dua lokasi beberapa waktu lalu.

Kini, seluruh area kandang dan lokasi penguburan hewan telah dikarantina.

’’Wilayah itu dinyatakan terbatas aktivitas peternakan. Kami sarankan pindah kandang sementara,’’ jelasnya.

Pemkab juga meminta warga mencor beton lubang bekas penguburan sapi agar spora antraks tidak kembali aktif di permukaan tanah.

’’Spora bisa bertahan puluhan tahun. Kalau tanahnya dibiarkan, rumput yang tumbuh bisa jadi media penularan,’’ tegas Sugeng.

Selain isolasi, dilakukan vaksinasi ulang dan pemberian antibiotik bagi ternak di radius terdampak.

DKPP berkoordinasi dengan BBVet Yogyakarta dan Dinas Peternakan Jatim untuk penambahan vaksin.

Pacitan sendiri masuk zona waspada tinggi antraks, bersama Wonogiri dan Gunungkidul, yang disebut segitiga merah antraks nasional.

Sugeng meminta warga tidak sembarangan mengolah atau memindahkan tanah bekas kuburan hewan tanpa pengawasan petugas.

’’Langkah ini untuk mencegah penyebaran lebih luas dan melindungi kesehatan masyarakat,’’ tandasnya. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #DKPP Pacitan #Antraks #segitiga merah antraks #sapi mati mendadak #Bacillus anthracis #wabah hewan ternak #antraks pacitan #BBVet Wates #vaksin ternak