Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pacitan Jadi Zona Paling Rawan Tsunami, BNPB Kirimkan EWS Multi Hazard

Nur Cahyono • Rabu, 29 Oktober 2025 | 03:15 WIB
Petugas BPBD Pacitan berlindung di bawah meja dalam simulasi gempa dan tsunami, Selasa (28/10). NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
Petugas BPBD Pacitan berlindung di bawah meja dalam simulasi gempa dan tsunami, Selasa (28/10). NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

Jawa Pos Radar Pacitan – Suara sirine peringatan tsunami menggema di Pacitan, Selasa (28/10).

Dalam skenario simulasi, terjadi gempa bumi magnitudo 8,7 di laut selatan Jawa Timur, disusul peringatan dini tsunami level 3 atau AWAS.

Episenter berada di laut dengan kedalaman 13 kilometer, berjarak sekitar 150 kilometer tenggara Pacitan.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menjelaskan, skenario tersebut merupakan bagian dari uji coba sistem peringatan dini tsunami multi hazard.

Perangkat early warning system (EWS) itu baru saja diterima dari BNPB melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiative (IDRIB).

“Pacitan menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang mendapat perangkat EWS multi hazard dari BNPB,” ungkap Erwin.

Pemberian perangkat itu bukan tanpa alasan.

Letak geografis Pacitan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia membuat wilayah ini masuk kategori zona paling rawan tsunami di pesisir selatan Jawa.

“Potensi bencana di Pacitan cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir bandang, hingga longsor,” jelasnya.

Simulasi EWS multi hazard tersebut juga terintegrasi dengan aplikasi Simampu (Sistem Manajemen Pusdalops), yang mampu menghitung luas wilayah terdampak, jumlah penduduk, bangunan, hingga kebutuhan logistik secara real time.

“Peluncuran nasionalnya dilakukan serentak, dan Pacitan menjadi lokasi utama demonstrasi teknologi ini,” tandas Erwin. (hyo/den)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #bencana alam #gempa bumi Pacitan #bpbd pacitan #simulasi tsunami #bnpb #EWS multi hazard #IDRIB #Samudra Hindia