Jawa Pos Radar Pacitan – Suara sirine peringatan tsunami menggema di Pacitan, Selasa (28/10).
Dalam skenario simulasi, terjadi gempa bumi magnitudo 8,7 di laut selatan Jawa Timur, disusul peringatan dini tsunami level 3 atau AWAS.
Episenter berada di laut dengan kedalaman 13 kilometer, berjarak sekitar 150 kilometer tenggara Pacitan.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menjelaskan, skenario tersebut merupakan bagian dari uji coba sistem peringatan dini tsunami multi hazard.
Perangkat early warning system (EWS) itu baru saja diterima dari BNPB melalui program Indonesia Disaster Resilience Initiative (IDRIB).
“Pacitan menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang mendapat perangkat EWS multi hazard dari BNPB,” ungkap Erwin.
Pemberian perangkat itu bukan tanpa alasan.
Letak geografis Pacitan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia membuat wilayah ini masuk kategori zona paling rawan tsunami di pesisir selatan Jawa.
“Potensi bencana di Pacitan cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir bandang, hingga longsor,” jelasnya.
Simulasi EWS multi hazard tersebut juga terintegrasi dengan aplikasi Simampu (Sistem Manajemen Pusdalops), yang mampu menghitung luas wilayah terdampak, jumlah penduduk, bangunan, hingga kebutuhan logistik secara real time.
“Peluncuran nasionalnya dilakukan serentak, dan Pacitan menjadi lokasi utama demonstrasi teknologi ini,” tandas Erwin. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto