Jawa Pos Radar Pacitan – Puluhan guru madrasah dari Kabupaten Pacitan bergabung dengan ribuan peserta aksi nasional di kawasan Monas, Jakarta, kemarin (30/10).
Mereka menuntut agar guru madrasah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sebanyak 31 guru madrasah swasta yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Pacitan berangkat ke Jakarta menggunakan bus pada Rabu (29/10) siang.
Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan madrasah, mulai RA, MI, MTs, hingga MA.
“Kami membawa aspirasi guru-guru madrasah Pacitan yang selama ini masih jauh dari sejahtera,” ujar Ketua PGMM Pacitan Imron Prawito, guru MIM Candi Pringkuku.
Imron menuturkan, guru madrasah swasta berperan besar menjangkau siswa di daerah pelosok, namun kesejahteraan mereka masih tertinggal dibandingkan guru sekolah negeri.
“Kami ikhlas mendidik, tapi dari sisi kesejahteraan belum tersentuh. Padahal secara kurikulum sudah satu sistem dengan pemerintah,” ungkapnya.
Saat ini, tunjangan profesi (TPP) guru madrasah rata-rata hanya sekitar Rp1,5 juta per bulan, ditambah bantuan presiden Rp500 ribu dan insentif yayasan sekitar Rp300 ribu.
“Jumlah itu tentu belum sebanding dengan tanggung jawab dan beban kerja guru madrasah,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto