Jawa Pos Radar Pacitan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan menyoroti ketimpangan alokasi Program Strategis Nasional (PSN) tahun 2025.
Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi menilai porsi anggaran untuk sektor infrastruktur masih jauh di bawah program sosial.
Arif menegaskan, PSN seharusnya mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan PSN di daerah,” ujarnya kemarin (12/11).
Berdasarkan data pemerintah pusat, estimasi total anggaran PSN nasional mencapai Rp446 triliun, dengan porsi terbesar terserap untuk program sosial, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp335 triliun.
Sementara itu, preservasi jalan dan jembatan hanya mendapat Rp24,3 triliun, bendungan dan irigasi Rp12 triliun, revitalisasi sekolah Rp23,3 triliun, perumahan Rp48 triliun, dan Sekolah Rakyat Rp27,9 triliun.
Kondisi serupa terjadi di daerah. Dari total Rp923 miliar nilai PSN yang dialokasikan untuk Pacitan, sebagian besar justru berasal dari sektor noninfrastruktur.
Rinciannya, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Rp150 miliar, Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp64 miliar, Program Tiga Juta Rumah Rp10 miliar, Kedaulatan Pangan Rp7 miliar, Cek Kesehatan Gratis Rp22 miliar, sementara infrastruktur jalan dan air minum hanya Rp22 miliar.
Selain itu, beberapa sektor lain seperti pendidikan (Rp5 miliar), kebencanaan (Rp5 miliar), dan irigasi (Rp9 miliar) juga masih mendapatkan porsi relatif kecil dibanding program sosial.
Padahal, menurut Arif, pembangunan infrastruktur yang kuat menjadi penopang penting bagi kemajuan ekonomi lokal.
Meski demikian, Arif tetap optimistis.
Ia menilai karakter masyarakat Pacitan yang gotong royong dan menjunjung tinggi kekeluargaan dapat menjadi modal sosial penting untuk menyukseskan program PSN.
“Dengan semangat itu, cita-cita mewujudkan masyarakat Pacitan yang sejahtera dan bahagia bisa tercapai,” ungkapnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto